Melted (Chap 6)

Cast: Kim Jongin, Oh Sehun, Kang Shira (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Preview*

Sehun dan Chanyeol tertawa saat melihat perayaan Kai. Sehun menatap Shira seraya tersenyum dan melambai, begitu juga Kai. Chanyeol terlalu sibuk meminum airnya hingga tak menyadari bahwa..

Mereka melambai pada gadis yang sama.

Namun,

Gadis itu melambai pada 1 orang.

“Tentu, aku sangat menyayangimu.” Kai memeluk gadis itu dengan erat.

“Aku akan menyatakan perasaanku pada seseorang.”

“Jadilah pacarku.” Ujar Sehun membuat Shira menunduk dan merona namun juga bingung dan panik.
“Baiklah.”

“sadarlah. Gadis itu milik Sehun sekarang.”

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kai kaget setelah Shira menciumnya. “Aku mencintaimu..” 

Brukk!

“Sehun ah..”

.

.

Yeori menatap raut Kai yang terlihat lelah.

“Aku tau itu salah tapi bagaimana bisa Sehun sekejam itu padamu? Maksudku dia hampir membunuhku waktu makan malam saat itu!” *snowy heart chapter 1

“Aku tau tapi kurasa bukan Sehun atau Chanyeol yang melakukannya.” Yeori mengerutkan keningnya dan menatap Kai bingung.

“Lalu siapa?” Kai menghela nafas berat lalu mengajak Yeori ke depan komputer dan memperlihatkan data kejadian waktu itu.

Ia memperlihatkan rekaman restoran dari sisi berlawanan arah dengan posisi Jongin yang berarti arah penembak melihat Kai.

Di sana berdiri seorang gadis dengan topi hitam dan smirk di wajahnya. Wajah yang tampak familiar. Kai memperbesar gadis itu dan Yeori berjalan mundur setelah melihatnya.

Shira.

Gadis itu berdiri di sana. Ia melihat Yeori dan jelas-jelas ia tersenyum saat Yeori hampir mati di tembak.

Kai menutup video itu dan berjalan mendekati Yeori.

“Semua akan baik-baik saja. Kita akan menangkapnya.” Ujar Kai menenangkan Yeori dengan memeluknya.

“Menangkap siapa?” Tanya Shira yang baru saja masuk dan membuat semua orang tersentak kaget.

“Bukan siapa-siapa. Shira kau dari mana saja?” Tanya Baekhyun mengalihkan pembicaraan.

“Aku baru keluar sebentar untuk mencari udara segar.” Ujarnya membuat Baekhyun mengangguk dan menariknya ke dapur.

“Masakan aku sesuatu. Aku lapar.” Shira mendengus lalu mengikuti Baekhyun dan memasakan ramen.

“Kau harus segera pergi dari sini.” Ujar Kai lalu menggenggam tangan Yeori dan menuntunnya ke luar.

Kai mengantar Yeori hingga sampai di depan rumah dengan selamat.

“Berhati-hatilah dan jangan dekat-dekat dengan Sehun!” Kai memperingati namun Yeori tersenyum dan mengelus tangan Kai.

“Kau tau kebenarannya. Bukan Sehun yang selama ini mengincarku.”

“Tapi Sehun menculikmu saat itu!” Yeori menggeleng. “Aku akan baik-baik saja.”

Yeori keluar dari mobil Kai dan masuk ke dalam rumah. Kai mendengus sebelum pergi meninggalkan Yeori yang masuk ke dalam rumah.

Keesokan harinya Yeori kembali menemui Sehun. Yeori sengaja bertemu dengan Sehun. Ia ingin tau, kenapa Sehun harus melakukan hal itu padanya. Sehun mungkin punya dendam tapi Yeori yakin ia bukan orang sejahat itu.

“Jadi apa kau mengenal Kai?” Tanya Yeori to the point yang adalah pertanyaan konyol. Ia hanya ingin tau apa Sehun berkata jujur atau tidak.

“Ya aku mengenalnya. Bukankah kau seharusnya sudah tau?” Yeori terlihat gugup dan itu membuat Sehun tertawa kecil.

“Sudahlah. Lagipula itu kejadian yang sudah lama. Aku tidak ingin mengincarmu.” Yeori bernafas lega sedetik sebelum Sehun membuatnya bingung. “Aku menginginkanmu.” Ujar Sehun sambil tersenyum.

Entah itu hal baik atau buruk namun Yeori cukup lega bahwa Sehun tidak mengincarnya. Artinya Sehun tidak akan melakukan hal buruk padanya seperti menculiknya kan?

“Kau tidak akan menculikku seperti waktu itu kan?” Sehun tersenyum lalu menatap ke arah lain dan menautkan jemarinya di atas meja lalu menatap Yeori dengan senyuman mematikannya.

“Mungkin. Sekarang setelah kau mengenalku dan mengetahui siapa diriku, apa yang akan kau lakukan?” Yeori menatap Sehun seakan bertanya-tanya apa ia harus menjauhi Sehun seperti yang di katakan Kai?

“Ya, seorang gadis yang kusayangi bersama sahabatku sendiri. Lebih parahnya, sahabatku mengkhianatiku dengan membocorkan informasi rahasia perusahaan waktu itu. Aku sangat membencinya hingga berfikir akan membunuhnya.” Yeori tertawa mendengar hal tersebut.
Yeori mengingat saat itu. Sehun bilang sesuatu tentang perusahaan dan Kai tidak mengatakan apapun. Mungkinkah Kai masih menyembunyikan sesuatu?

“Bisakah aku bertanya sebelum menjawab pertanyaanmu?” Sehun berfikir sejenak sebelum mempersilahkan Yeori.

“Apa maksudmu tentang perusahaan, apa Kai juga melakukannya?” Sehun terlihat seperti oh hal itu. Lalu ia meminum kopinya dan mulai menceritakan kejadian itu.

*flashback

3 tahun setelah kejadian Shira.

Pintu diketuk dan Sehun mempersilahkan karyawannya masuk. Mata Sehun yang tertuju pada layar komputer teralihkan saat mendengar berita yang baru saja dibawakan oleh karyawannya.

“Pak, rencana pembangunan mall telah dicuri oleh perusahaan D. Kami telah merencanakan segalanya dan mereka mengambilnya.” Sehun menatap geram laki-laki bernama Kim junmyeon itu.

“Bagaimana bisa?!” Tanya Sehun yang berdiri membuat Tuan Kim mundur selangkah.

“Kami sudah melacaknya dan salah satu komputer kita di hack.” Sehun berjalan keluar ke ruangan keamanan.

Anak buahnya telah mencari id orang yang menghack tersebut dan mereka menemukan bahwa pemilik id itu adalah Kim Kai. Sehun melihatnya dan ia kenal jelas siapa Kim Kai yang mereka maksud.

“Dasar brengsek!” Teriaknya lalu keluar dan mencari Kai ke tempatnya.

Kai dan Shira tidak berhubungan. Mereka memang saling kontak sejak itu namun Kai maupun Shira tidak berpacaran. Sehun sejak itu tidak tau dan tidak mau tau apapun tentang Kai atau Shira. Mereka berpisah setelah lulus. Shira terus meminta Kai memaafkannya dan Kai berulang kali tidak memaafkan perbuatannya saat itu.

Kai tau Shira masih menyukainya. Gadis itu selalu mengikutinya selama 3 tahun terakhir. Ia menjadi teman Kai dan terus menghubunginya namun tidak lebih. Kai tidak bisa berhubungan dengan gadis yang merupakan pacar atau ‘mantan pacar sahabatnya’ itu.

Sehun datang ke alamat yang tertera saat ia mencari data tentang keberadaan Kai. Disinilah ia, rumah dengan halaman luas yang cukup terawat. Sehun menggedor pintu itu dengan keras hingga Kai berjalan membukakannya dan terbelalak.

“Apa yang kau lakukan di-”

BRAK! 

Sehun memukul Kai dengan keras hingga Kai tersungkur ke lantai.

“Kau! Selalu saja mengambil miliku. Shira dan sekarang data perusahaanku?! Kau gila atau benar-benar sudah bosan hidup?!” Sehun berteriak dan menatap Kai yang berusaha bangkit dengan geram.

“Apa maksudmu?” Sehun menatap komputer di ruangan sebelah dan berjalan mendekatinya. Matanya tertuju pada data yang telah Kai hack. Pekerjaan baru Kai yang memuakan. Kai menghack data perusahaan dan menjualnya ke perusahaan lain dengan bayaran yang sangat tidak normal.

“500 juta won untuk data ini?! Dasar brengsek!” Sehun menghajar Kai lagi dan lagi hingga Kai hampir pingsan.

Shira yang baru datang menatap Kai yang tersungkur babak belur di lantai dan berteriak pada Sehun untuk menjauh.

Shira menghampiri Kai dan menatap Sehun. “Apa yang kau lakukan padanya?! Jangan ganggu dia!”

Sehun tersenyum pahit lalu mendekatkan dirinya kepada Shira. Ia memegang dagu Shira dengan keras lalu tersenyum. “Kau masih bersama dengannya? Kalian masih bersama setelah mengkhianatiku?!”

Sehun bersumpah serapah dan menatap mereka. “Kau akan merasakan hal yang lebih dari ini Kai!” Ancam Sehun sebelum ia pergi meninggalkan Kai dan Shira.

*flasback off

Yeori mengerti tapi bukankah ada yang aneh? Kai adalah hacker pro. Mana mungkin ada orang yang dengan bodohnya menghack perusahaan besar menggunakan id asli? Itu tidak mungkin.

“Bukankah itu aneh?” Sehun terlihat bingung dan menatap Yeori bertanya-tanya.

“Ya,itu aneh. Kai tidak mungkin melakukan hal ceroboh seperti menggunakan id aslinya. Itu seakan ia berusaha menunjukan ‘hei Sehun aku disini.’ Kepadamu.” Sehun mengangkat bahu.

“Entahlah tadinya aku juga bingung namun tidak ada alasan lain. Setelah itu aku berusaha mencari Kai namun ia menghilang. Kai dan Shira menghilang bersamaan dengan uang 500 juta won itu.” Yeori mengangguk dan meminum tehnya.

“Tapi kalian kan teman baik. Tidak bisakah kalian berteman lagi?” Sehun tersenyum dan mengelus puncak kepala Yeori.

“Terlalu polos dan bodoh itu berbeda tipis.” Ujarnya membuat Yeori jengkel dan memukul tangannya.

“Aku harus pergi sekarang. Aku harap memang bukan Kai orangnya namun bukti berkata lain.” Ujar Sehun lalu bangkit dan pergi setelah mencubit pipi Yeori.

Yeori menghabiskan minumannya dan menatap ponselnya. 3 kali missed call dari Kai dan sms tidak terbaca. Kai menelpon Yeori lagi dan Yeori mengangkatnya.

“Apa?” Tanya Yeori tanpa sapaan.

“Dari mana saja kau?!” Yeori terdiam beberapa saat, lalu keluar dari cafe.

“Aku sedang berjalan-jalan.” Ujarnya berbohong yang mungkin tidak terhitung karena dirinya memang baru saja melakukan hal ‘berjalan-jalan’ itu.

“Sendirian?” Yeori membalas dengan gumaman dan membuat Kai mengatakan, “astaga!”

“Cepat beritahukan posisimu.” Shira melihat kesekeliling dan bukan ide yang bagus bahwa ia mengatakan tempat ia berada sekarang. Ini terlalu dekat dengan apartement Sehun.

“Aku sedang di mall *****.”

“Jangan kemana-mana aku akan menjemputmu.” Bagus dan sekarang Yeori harus sampai di sana lebih cepat dari Kai. Yeori memanggil taksi dan menuju mall secepat yang ia bisa.

***

Kai menghampiri Yeori yang baru saja sampai dan dengan cepat masuk ke dalam mall.

“Apa? Kau terlihat lelah.” Ujar Kai melihat Yeori yang bernafas tidak teratur.

“Itu tidak penting.. hah😧 apa yang kau lakukan?” Tanya Yeori seraya mengatur nafasnya.

“Aku hanya ingin bertemu denganmu.” Yeori mencubit lengan Kai dan menatap jengkel Kai. Mungkin di saat yang berbeda ia akan kegirangan mendengarnya namun tidak setelah ia berlari dari depan mall hingga ke dalam mall dengan cepat.

“Kau mau es krim?” Tawar Kai yang diangguki oleh Yeori pada akhirnya.

Mereka duduk dan makan es krim bersama. Yeori menatap Kai hati-hati dan ia ingin bertanya sesuatu. Kai terlihat risih setelah Yeori menatapnya terus menerus.

“Ada apa? Ada yang ingin kau katakan?” Tanya Kai membuat Yeori kaget dan bingung.

“Eh itu.. aku mau bertanya.” Yeori terlihat ragu namun rasa penasarannya lebih kuat.

“Jadi.. emm.. apa kau benar-benar meng-hack data dari perusahaan Sehun?” Tanya Yeori yang tanpa sadar memberitahukan bahwa ia mengetahui itu dari Sehun. Tentu saja karna Kai tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada Yeori dan satu”nya orang yang bisa mengatakan hal itu adalah Sehun.

“Kau bertemu dengan Sehun?” Tanya Kai membuat Yeori semakin gugup dan bingung harus menjawab apa.

“Eh.. itu.. i-iya?”

“Apa maksudmu iya? Kau bertemu dengannya tanpa sepengetahuanku!” Yeori tidak terima dengan perkataan Kai yang terdengar seakan ia telah melakukan hal buruk.

“Itu bukan salahku. Lagipula ini demi kebaikan antara hubunganmu dan Sehun juga. Aku hampir mati karena kalian.” Kai dan Yeori terdiam hingga Kai menghela nafas berat dan menatap Yeori.

“Aku tidak menghack data tersebut. Seseorang pasti melakukannya dengan idku. Lagipula aku tidak mungkin mengambil data dari perusahaan sahabatku.” Yeori semakin curiga tapi ini semua jelas kesalahpahaman.

Maupun Sehun dan Kai, mereka sudah di adu domba dan siapapun pelakunya. Dia gila.

“Kau yakin tidak ada yang mengambil idmu atau semacamnya?” Kai terlihat ragu.

“Kurasa tidak. Entahlah.” Yeori menatap Kai dengan serius hingga Kai bingung dan menghela nafas lagi.

“Oke, aku sering membuka idku di komputer dan mungkin, mungkin saja ada seseorang yang masuk dan memakai komputer yang masih terlogin dengan idku untuk meretas data tersebut. Hanya itu aku tidak tau siapa tapi kurasa dia membenciku.” Yeori memutar bola mata dan menatap Kai tidak percaya.

“Kenapa kau tidak mengatakan hal itu pada Sehun?!”

“Aku ingin tapi Shira mencegahku. Ia ingin aku untuk pergi dan keluar negeri. Aku pergi ke beberapa tempat hingga ke Florida dan bertemu denganmu.” Yeori terlihat mengingat kejadian pertama mereka bertemu.

“Baiklah tapi kita harus menemukan orang itu dan mengetahui apa yang Shira inginkan dariku. Aku harus tau semua itu.” Kai terlihat risih dan khawatir namun ia setuju. Bagaimanapun Shira sudah hampir membunuh Yeori dan itu tidak termaafkan.

“Baiklah.” Ujar Kai pada akhirnya. “Tapi jaga dirimu baik-baik. Aku tidak bisa selalu menghubungimu seperti ini. Aku harus melakukan beberapa hal.” Yeori mengangguk dan tersenyum.

“Jangan membuatku cemas lagi.” Ujar Kai lalu mengusap rambut Yeori pelan.

“Aku lapar, ayo kita makan.” Yeori terlihat bingung saat Kai menariknya masuk ke dalam salah satu restoran.

“Kau belum makan dari tadi?” Tanya Yeori setelah mereka duduk.

Sebenarnya Kai tidak begitu lapar namun ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan Yeori. Sudah lama sejak mereka melakukan hal seperti ‘date’ setelah kejadian yang menimpa mereka.

“Ya dan aku benci makan sendirian.”

Yeori dan Kai memesan makanan dan menatap satu sama lain. Keadaan sedikit canggung namun Kai maupun Yeori sama sama senang dengan fakta bahwa mereka hanya ber2 sekarang.

“Yeori ah.” Kai menatap Yeori lalu menggenggam tangan Yeori.

“Aku mengkhawatirkanmu. Kumohon untuk menjaga jarak dengan Sehun, ya? Ini demi kebaikan kita. Sekarang kita harus fokus mencari tau siapa orang yang menghack data perusahaan Sehun dan yang terpenting adalah orang yang menembakmu. Sayangnya, Sehun bisa jadi orang yang menembakmu. Kita harus tetap waspada.” Yeori menghela nafas dan menatap Kai sedih.

“Aku tau tapi kita harus meluruskan segalanya dengan Sehun.” Kai mengerti namun ia terlalu takut bahwa sesuatu akan terjadi pada Yeori.

“Aku tau tapi untuk berjaga-jaga saja. Yeori, aku sangat menyayangimu.” Yeori tersipu namun pelayan datang dengan pesanan mereka dan mengaburkan suasana.

“Aku juga.” Lirih Yeori saat Kai akhirnya mulai makan.

Mereka makan seraya bersenda gurau. Yeori merasa bahagia saat mendengar Kai mengucapkan hal itu. Fakta bahwa mereka mungkin bersama seperti di Florida, itu sangat indah.

Yeori dan Kai menhabiskan waktu bersama layaknya sepasang kekasih. Mereka menonton film di bioskop, bercerita tentang banyak hal, duduk dan makan es krim dan tersenyum satu sama lain seakan mereka sudah hidup dengan tenang.

Namun faktanya.

Tidak.

Yeori terlihat pucat setelah beberapa waktu. Pandangannya mulai kabur dan keringat dingin mulai bercucuran.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Kai yang menyadari kejanggalan tersebut.

Yeori menatap Kai namun bayangan Kai mulai hilang dan kegelapan menanti. Matanya tertutup dan dirinya jatuh di pelukan Kai.

“YEORI!” Teriakkan terakhir sebelum hari bahagia tersebut hancur.

.

.

Tbc.

Hai, maaf ya updatenya agak lama. Makasih ud mau baca ff absurd ini😂. Btw ff ini kayaknya udah mau end, mungkin 3-4 chapter lagi, jadi like dan comment ya 🙂

Iklan

2 thoughts on “Melted (Chap 6)

  1. Wow junmen is HERE! Junmen is REAL! Hahah nyepam doang sih dianya. Btw yeori knp? Kok pingsan? Nih kyknya yg jd org jahatnya si chanyeol ya? *sotak. Wkwkwk. Makin penasaran jdnya. Ditunggu lanjutannya ya kak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s