Seductive Mr. Byun (Six)

Poster by : Alkindi (https://dirtykindi.wordpress.com/)

Romance | Married Life | Sad | PG-17 | etc

[Rated Can Change Anytime!]

Disclaimer! The original results my imagination. NOT FOR PLAGIARISM OR COPY PASTE!!!

©2017.billhun94


Warning 17+

Baekhyun baru saja turun dari lantai dua setelah ia menyelesaikan pekerjaannya dan berniat menuju dapur. Ia ingin membasahi tenggorokannya dengan air dingin. Sehabis dari dapur, langkahnya terhenti saat ia mendengar celotehan Jesper dari ruang tengah.

Bukan pemandangan langka lagi bila Baekhyun menemui Jesper bersama Kelyn sedang menghabiskan waktu di ruang tengah selama kurang lebih seminggu ini. Baekhyun yang sibuk dengan pekerjaannya kadang memilih untuk mengabaikannya. Dan untuk kali ini, ia tertarik bergabung.

“Daddy!” Seru Jesper saat melihat sang ayah, ia pun berlari menghampiri Baekhyun.

Kelyn yang awalnya sedang mengecat kukunya sambil mendengar cerita-cerita Jesper kini sudah mengalihkan perhatiannya pada Baekhyun.

“Ugh, Jesper bertambah berat sekarang,” keluh Baekhyun ketika ia menggendong putranya.

“Aku makan sangat banyak akhir-akhir ini,” timpal Jesper, Baekhyun tertawa mendengarnya. Tangan bocah itu bergerak untuk memeluk leher Baekhyun, dan menyandarkan kepalanya di bahu sang ayah.

Baekhyun duduk di samping Kelyn tanpa melepaskan Jesper yang tampaknya mulai mengantuk. Pria Byun itu menyandarkan tubuhnya di kepala sofa, matanya terpejam, dan tangannya yang lain mengusap punggung Jesper.

Entah perasaan Kelyn saja atau tidak, akhir-akhir ini ia jarang sekali mendapati godaan ataupun sentuhan dari Baekhyun. Setiap pulang kerja, yang Kelyn ketahui adalah pria itu akan berada di ruang kerjanya semalaman. Bahkan dia tidak sempat untuk sekadar makan malam. Dan sudah 3 kali Kelyn memergoki Baekhyun sedang makan ramyun di atas jam 12. Kira-kira sudah seminggu ini Baekhyun seperti itu. Untuk melepas rindunya pada Jesper, Baekhyun akan mengunjungi kamar sang putra saat sudah tertidur.

“Jesper bilang dia merindukanmu,” ujar Kelyn yang sedang sibuk merapihkan cat kukunya yang berserakan di meja.

Baekhyun yang belum sepenuhnya terbawa alam mimpi, membuka matanya saat suara pelan Kelyn terdengar, “Aku sangat sibuk. Sampai minggu depan, aku ingin kau menjaga Jesper,” katanya.

Kelyn menolehkan kepalanya pada Baekhyun sampai tatapan mereka bersibobok, “Kenapa?”

“Ada proyek besar-besaran di perusahaan, aku yang harus menjadi leader-nya.”

Ah, jadi itu alasan mengapa Baekhyun akhir-akhir ini sering pulang telat, dan bergadang hingga pagi. Kelyn bahkan bisa melihat kantung mata pria itu serta wajahnya yang sangat kentara lelah sekali.

“Walaupun pekerjaan ini penting, kau harus tetap menjaga kesehatanmu. Jangan lupa istirahat, dan makan yang teratur,” Kelyn memberi nasihat, tatapannya melembut saat ia mengatakan itu. Seumur hidup, baru kali ini Kelyn memperhatikan kesehatan orang lain. Malah kadang, ia sendiri tidak pernah memperhatikan asupan makanan yang masuk ke mulutnya.

Baekhyun menaikkan sebelah alisnya, “Kau khawatir padaku?”

Kelyn tertegun. Apa ia terlihat sangat jelas kalau sedang mengkhawatirkan Baekhyun?

“Bukan begitu. Hanya saja Jesper akan sangat sedih kalau Daddy-nya sakit,” elak Kelyn.

Baekhyun tersenyum, “Aku bisa membacamu, sayang,” katanya yang membuat Kelyn membatu di tempat, bahkan sampai dirinya sudah naik ke lantai dua untuk menidurkan Jesper.

Astaga! Kelyn dapat merasakan kedua pipinya memanas, dan ia rasa kini pipinya sudah berubah warna menjadi merah. Sejak terakhir kali Baekhyun memanggilnya ‘sayang’ ia justru merasa marah, pria selancang Baekhyun bisa memanggilnya seperti itu saat mereka baru saja kenal.

Kelyn menggelengkan kepalanya. Pikirannya sudah diracuni oleh Baekhyun. Pria itu benar-benar hebat.

Setelah menaruh cat-cat kukunya di laci meja, Kelyn merapihkan buku-buku Jesper yang berserakan di lantai, lalu berniat untuk mengembalikannya ke kamar bocah itu.

Pintu kamar Jesper tidak tertutup sepenuhnya, dari situ Kelyn dapat melihat Baekhyun yang sedang mengecup kening sang putra. Sekesal apapun Kelyn pada Baekhyun, ia akan meluluh jika disuguhkan pemandangan seperti ini.

Kelyn yang melihat Baekhyun berjalan menuju pintu dengan cepat berpindah dari tempatnya, dan berpura-pura jika ia baru saja tiba di depan kamar Jesper.

Baekhyun berjalan melewati Kelyn, menuju kamarnya.

Kelyn langsung masuk ke kamar Jesper begitu Baekhyun sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya. Gadis itu menaruh buku-buku Jesper di rak buku, lalu melirik bocah itu yang sudah larut di dalam alam mimpinya.

“Daddy-mu benar-benar membuatku gila,” katanya yang ditunjukkan untuk Jesper, tapi percuma saja, Jesper tidak akan mendengarnya.

Kalau dipikir lagi, bukankah Kelyn sudah tidak waras sejak dirinya mengenal Baekhyun?

Baru saja Kelyn akan membuka pintu kamarnya ketika seseorang menarik tangannya dan memeluknya dari belakang. Kelyn terkejut, namun rasa terkejut itu hilang saat ia menghirup bau parfum yang sangat dikenalnya.

“Biarkan seperti ini sebentar saja,” ujar Baekhyun, semakin mengeratkan pelukannya.

Kelyn tidak membalas, dan tidak juga menolak pelukan Baekhyun. Gadis itu membiarkan Baekhyun memeluknya.

Baekhyun melepaskan pelukannya pada Kelyn. Ia membalikkan tubuh Kelyn, lalu menangkupkan pipi gadis itu menggunakan tangannya. Tatapan mereka bertabrakan, Baekhyun dapat melihat kebingungan dari Kelyn.

“Maukah kau tidur denganku malam ini?”

Kelyn dibuat tidak berkata-kata oleh Baekhyun. Tubuhnya seakan lemas, dan jantungnya berdegup kencang. Secepat itukah Baekhyun menyerah?

“Ah, jangan berpikir kalau aku akan menyerah. Hanya tidur, berdua, tidak melakukan apapun, kau dan aku,” jelas Baekhyun, tangannya mengudara membentuk V untuk menunjukkan angka dua.

Kelyn menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sepertinya tidak ada yang beres dengan otaknya. Jangan-jangan ia sudah ketularan otak mesum Baekhyun.

“Aku butuh seseorang sekarang,” ucap Baekhyun dengan nada memelas.

Percuma saja jika Kelyn menolak, pasti Baekhyun akan memaksanya juga walaupun ia tidak ingin.

“Baiklah, aku mau. Tapi, ingat! Kita tidak melakukan apapun dan jangan menyentuhku!”

Garis di bibir Baekhyun terangkat, membentuk senyuman. Ia menggenggam tangan Kelyn, menuntut gadis itu masuk ke kamarnya.

Sejujurnya, Baekhyun sendiri tidak menjamin keselamatan Kelyn malam ini.

-☆-

“Kelyn, kau sudah tidur?”

Suara Baekhyun menginterupsi Kelyn yang baru saja akan menutup matanya. Dengan malas Kelyn menjawab, “Belum.”

“Di sofa dingin. Aku pindah ke ranjang, ya?”

Kelyn memutar kedua bola matanya, “Kalau kau pindah ke ranjang, aku akan balik ke kamarku,” katanya.

Sebenarnya, tadi Baekhyun sudah bersiap untuk berbaring di ranjangnya, apalagi saat ia melihat Kelyn sudah berbaring di sana, ia semakin bersemangat. Tapi, rasa semangat dalam dirinya hilang begitu saja saat Kelyn melempar bantal di ranjang dan menyuruhnya untuk tidur di sofa.

“Aku sangat lelah setelah seharian bekerja. Badanku akan remuk besok pagi. Bagaimana nanti kalau aku sakit?” Baekhyun mengeluh sambil menatap punggung Kelyn.

“Berhenti mengeluh, apa susahnya tinggal tidur saja,” ujar Kelyn.

Tidak ada yang membuka suara, sampai Kelyn kira Baekhyun sudah tertidur, jadi ia merasa aman. Ya, setidaknya pria itu tidak melakukan apapun padanya.

Baru semenit Kelyn menutup matanya saat sisi ranjang di sebelahnya bergoyang. Kelyn lantas membuka mata, dan membalikkan tubuhnya ke samping.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” Pekik Kelyn begitu ia menemukan Baekhyun sudah berbaring di sampingnya dengan tangan yang melingkar di pinggangnya. Kepala pria itu disembunyikan di lekuk leher Kelyn, menghirup oksigen sebanyak yang ia mampu dari sana.

“Ini tidak ada di kontrak ataupun sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya. Namun, biarkan seperti ini. Malam ini. Aku mohon,” pinta Baekhyun, suaranya begitu pelan, sampai Kelyn kira itu adalah sebuah bisikan.

Kalau sudah seperti ini, Kelyn tidak bisa melakukan apapun. Ia juga tidak menyangka jika Baekhyun akan merasa sangat kesepian. Walaupun tidak mengucapkannya secara langsung, tapi Kelyn tahu selama ini tidak ada seseorang yang mampu Baekhyun bagi ceritanya, semuanya disimpan sendiri oleh dirinya sendiri.

Kelyn tidak menolak, ia membiarkan Baekhyun tetap pada posisi yang mana lebih menguntungkan pria itu.

“Suatu hari, pasti kau pernah merasa sangat kesepian. Ingin berbagi cerita pun bingung dengan siapa. Saat itu, apa yang kau lakukan?”

Baekhyun membuka kelopak matanya, ia menatap Kelyn. Baru kali ini ada seseorang yang bertanya seperti itu padanya. Bahkan, sahabat-sahabatnya saja tidak pernah bertanya seperti itu. Mereka tahu, jika Baekhyun sudah berhadapan dengan alkohol, itu berarti ia sedang ingin sendirian.

“Cukup menyimpannya sendiri?” Balas Baekhyun yang lebih mirip seperti sebuah pertanyaan.

“Menyimpan semuanya sendiri itu tidak baik. Sekalipun itu adalah sebuah privasi, pasti ada batasannya,” timpal Kelyn. Ia tidak ingin terlalu puitis, tapi ia mendapatkan kata-kata tadi dari ibunya. Sejak saat itu, Kelyn mulai terbuka. Memang benar, menyimpan semuanya sendiri itu tidak enak.

” I can’t trust no one,” kata Baekhyun, irisnya menajam.

“Kenapa? Karena kau pernah merasa dikhianati?” Tebak Kelyn.

“Iya. Sejak saat itu aku tidak pernah mempercayai siapapun,” balas Baekhyun. Hanya Kelyn seorang yang mau ia bagi cerita menyedihkannya ini.

Kelyn memeluk Baekhyun, membiarkan kepala pria itu bersandar di bahunya. Awalnya, Kelyn kira Baekhyun itu pria yang punya perangai baja. Namun, nyatanya? Dia tak lebih dari seonggok daging yang pernah merasakan luka akibat dikhianati.

“Satu kali lagi. Bisakah kau mempercayai seseorang?” Tanya Kelyn, tangannya bergerak untuk mengelus rambut Baekhyun.

“Siapa dia?”

“Kelyn Kim. Tolong percayai dia. Kalaupun berkhianat, jangan pernah kau memaafkannya.”

-☆-

Sinar matahari pagi mengusik tidur nyenyak Kelyn. Kelopak matanya perlahan mulai terbuka. Hal pertama yang dilihatnya ketika bangun adalah jam, ini seperti sudah menjadi suatu kebiasaan untuknya. Jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, setidaknya ia masih punya satu jam untuk mandi, dan mengantar Jesper ke sekolah.

Hembusan napas di pipinya menyadarkan Kelyn akan kehadiran Baekhyun, pria itu sedang memeluknya dengan sangat erat. Kelyn tidak terkejut, tentu saja, pria itu yang mencium dan terus memeluknya kemarin malam.

Ini perasaannya saja atau memang benar. Ada sesuatu yang bergerak di dalam sweater kebesaran yang ia kenakan.

Kelyn menaruh telapak tangannya di pipi Baekhyun yang masih terhanyut alam mimpinya. Ia mengelus pipi itu dengan sangat pelan sebelum berubah menjadi tamparan.

“YA! BYUN BAEKHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Pekik Kelyn, mendorong tubuh Baekhyun agar menjauh darinya.

Suara kekehan Baekhyun terdengar. Ternyata pria itu bangun lebih awal daripada Kelyn. Sangat usil memang, tangannya berada di dalam sweater Kelyn dan memainkan ‘sesuatu’ di dalam bra gadis itu.

Dengan tampang tidak berdosanya, Baekhyun berkata, “Aku ‘kan sudah bilang, kalau berada di dekatmu aku-”

“SIALAN!!!” Potong Kelyn cepat, ia melempar bantal beserta kawan-kawannya kearah Baekhyun sambil mengumpat.

“Kelyn, ini kecelakan.” Tegas Baekhyun yang masih mencoba untuk menghindar dari amukan Kelyn.

“Kecelakaan apanya?! Ini disengaja, bodoh!”

Baekhyun sudah turun dari ranjang, lalu berlari kemanapun supaya tidak terkena lemparan bantal yang Kelyn sasarkan padanya.

“Sini kau, mesum!”

Keributan pagi itu tidak bisa di hindari. Baekhyun kualahan sendiri karena terus mencoba untuk menghindari Kelyn yang terus saja mengejarnya. Walaupun hanya di kamar, tapi entah kenapa terasa melelahkan sekali.

“Kelyn, hentikan! Aku mohon.”

“Tidak akan pernah!”

“Baiklah, baiklah. Iya, aku memang sengaja. Maafkan aku, ya?”

Baekhyun yang bersembunyi di bath up kamar mandi memohon untuk dimaafkan. Sedangkan Kelyn yang baru saja akan mengejar pria itu, menghentikan langkahnya. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya lagi dengan pelan.

“Aku maafkan. Tapi, kalau kau melakukan hal seperti tadi lagi, jangan ha-”

Kelyn tidak sempat untuk melanjutkan perkataannya karena Baekhyun yang menariknya dan menyudutkannya di bawah shower. Ia terkejut dengan perlakuan pria itu yang terkesan selalu terburu-buru dan juga mendadak.

“Kau masih ingat taruhan yang kita buat waktu itu, bukan?” Tanya Baekhyun tepat di telinga Kelyn sambil sesekali menghembuskan napasnya di sana.

Kelyn mengangguk. Tentu saja ia masih ingat dengan taruhan gila itu.

“Aku sedang berusaha keras agar kau kalah, sayang.”

Ada sesuatu seperti jarum kecil yang menusuk-nusuk ulu hati Kelyn. Ia sudah berusaha untuk menghiraukannya, namun malah berubah menjadi rasa nyeri.

“Tapi, ini tidak adil,” ujar Kelyn. Sangat tidak adil kalau Baekhyun saja yang menyerangnya, ia juga harus melakukan serangan-serangan agar pria itu jatuh padanya.

“Lalu?”

Kelyn menarik kerah kaus yang Baekhyun kenakan, dan langsung menyerang bibir ranum pria itu.

Baekhyun terlihat terkejut, tapi ia senang bila Kelyn berubah menjadi gadis yang agresif seperti ini. Ia membiarkan Kelyn yang memimpin. Dirinya ingin tahu sampai mana kemampuan gadis itu.

Lumatan-lumatan kecil Kelyn berikan pada bibir bawah dan atas Baekhyun secara bergantian. Kelyn mengalungkan tangannya di leher pria itu, sesekali tangannya bergerak keatas untuk meremas rambut Baekhyun.

Suara decapan menggema di kamar mandi ketika Kelyn mengigit bibir bawah Baekhyun, sampai pria itu membuka sedikit bibirnya, dan Kelyn memanfaatkan itu untuk melesakkan lidahnya kedalam. Baekhyun menerima dengan senang hati.

Tangan Baekhyun yang masih berada di sisi tubuhnya kini sudah berada di pinggang Kelyn, menarik pinggang gadis itu agar tubuh mereka saling berhimpit.

Persetan dengan oksigen. Kelyn menyudahi aksinya karena sesak napas. Ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya jika tidak ingin mati konyol di sini.

Kelyn dapat melihat seringaian Baekhyun. Perhatiannya tertuju pada bibir pria itu yang sedikit membengkak dan agak memerah karena perbuatannya. Kedua pipinya yang sudah merona, kini malah makin merona. Jantungnya berdegup tidak karuan. Kelyn rasa sedikit lagi ia akan terkena serangan jantung.

Baekhyun menyalakan shower yang tepat berada di atas tubuhnya dan Kelyn. Otomatis air dari shower tersebut membasahi tubuhnya serta gadis itu.

Kelyn tertawa pelan, entah apa yang ia tertawakan. “Aku rasa aku sudah gila,” katanya yang terdengar sarkas.

Baekhyun mengedipkan sebelah matanya, “Ingin dilanjut?”

Tanpa ada kata-kata, Kelyn kembali mencium Baekhyun. Kakinya sudah menggelantung di pinggang pria itu. Baekhyun menahan pinggang Kelyn agar tidak terjatuh serta semakin menyudutkan gadis itu ke tembok.

Tubuh keduanya yang sudah basah akibat air semakin membuat gairah mereka melonjak drastis. Kira-kira siapa yang akan menyerah dan kalah? Entahlah.

Baekhyun baru saja akan membuka sweater Kelyn ketika pintu kamarnya terbuka-

“ASTAGA! APA YANG KALIAN LALUKAN?!”

-lalu yang terdengar adalah suara pekikkan seorang wanita awal 60-an.

-☆-

To Be Continue

TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA!!!

#Thanks

Iklan

8 thoughts on “Seductive Mr. Byun (Six)

  1. Waah, Kak. Ini jadi update sebulan sekali? 😞
    Penasaran bgt… Taeyeon siapa sih, Kak?
    Itu Ibunya Baek? Jesper udah 2x, sekarang 1x. Heey, image awal Kelyn, jelek dong 😫 *😂😂.
    Cepet lanjut ya, Kaaak…

  2. Astagaa untung gak lupa sama ceritanya 😂
    Tp eng sll d tunggu sh ffnya ❤
    Seneng bgt krn moment kelyn baekhyun semakin banyakk 😍
    Tp krn hrs ada yg dtg segala ya *eh 😅😅
    Smg cpt d lanjut yaa. Penasaran paraahh.
    Semangattt 🙆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s