Seductive Mr. Byun (Flashback)

Poster by : Alkindi (https://dirtykindi.wordpress.com/)

Romance | Married Life | Sad | PG-17 | etc

[Rated Can Change Anytime!]

Disclaimer! The original results my imagination. NOT FOR PLAGIARISM OR COPY PASTE!!!

©2017.billhun94


Seoul, Desember 2012

Tidak ada lagi hal yang lebih menyakitkan daripada dikhianati. Pria bernama Byun Baekhyun itu merasakannya sendiri. Bagaimana perasaan dan dirinya terasa hancur begitu saja dalam sekejab. Apalagi jika pengkhianatan itu dilakukan oleh orang yang dianggap sebagai ‘wanita yang paling ia cintai’ selama ini, Lee Hyejin, istrinya.

Apalah daya Baekhyun yang merasakan kecewa teramat besar sampai akhirnya memutuskan untuk berpisah dari sang mantan istri. Ia tidak sanggup lagi hidup dengan wanita yang sudah membuatnya tampak menyedihkan. Setiap kali mengingat wanita itu, yang ada dalam pikirannya adalah rasa jijik dan muak.

Wanita itu adalah wanita yang paling Baekhyun benci di dunia ini. Meninggalkan buah hati mereka yang masih berusia 4 bulan dan mengkhianatinya sudah cukup menjadi alasan. Terima kasih untuk Lee Hyejin yang sudah membuat kenangan manis mereka menjadi kenangan pahit bagi Baekhyun dalam hitungan detik.

Sekarang, Baekhyun hanya bisa meratapi nasibnya yang menyedihkan. Ini bukan seperti dirinya. Byun Baekhyun tidak menyukai soju sejak dulu, tapi ia tetap meminumnya. Semua itu ia dilakukan demi menghilangkan rasa sesak di dada yang berkepanjangan.

Kali ini sudah 3 botol soju yang Baekhyun habiskan seorang diri di kedai pinggir jalan yang biasanya buka pada malam hari. Pria Byun itu sudah mabuk, karena pada dasarnya ia memang tidak terlalu cocok dengan minuman beralkohol, namun ia tetap memesan satu botol soju lagi.

Baru Baekhyun ingin meminum soju yang sudah dituangkan di gelas ketika seorang gadis duduk di hadapannya dan langsung merebut gelas itu lalu meminumnya.

“Butuh teman minum?” Tanya gadis itu yang membuat Baekhyun heran.

Agassi nuguya?” (Nona siapa?) Balas Baekhyun dengan suara puraunya karena diambang batas sadar.

Gadis yang mengenakan gaun malam itu hanya terkekeh pelan, lalu menjawab, “Anggap aku ini teman minum Orabeoni (Oppa versi jadul),” jawabnya.

Baekhyun dengan kasar merebut gelas dari tangan gadis itu, “Aku tidak butuh teman minum,” katanya sambil menuangkan soju ke dalam gelas.

“Dunia ini memang tidak adil,” ujar si gadis yang tampak tak menggubris omongan Baekhyun tadi. “Bagaimana bisa orang baik selalu tertindas begitu saja? Sungguh tidak adil. Apa aku perlu menjadi orang jahat agar dianggap?” Lanjutnya yang mulai menarik perhatian Baekhyun.

Orabeoni, apa kau pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini? Kenapa dunia tidak pernah berpihak padaku?”

Baekhyun meminum soju yang tertuang di gelasnya, lalu berkata, “Akan ada saatnya dunia berpihak padamu.”

Si gadis merebut gelas yang ada di tangan Baekhyun, lalu menuangkan soju ke dalamnya, “Aku sama sekali tidak percaya keajaiban dan takdir,” katanya yang kemudian direspon tawa oleh Baekhyun membuat gadis itu mengernyit bingung.

Agassi, kau terlihat sangat mirip denganku,” kata Baekhyun.

Gadis itu menganggap Baekhyun sedang merancau karena mabuk, jadi ia menghiraukan perkataannya.

Setelah meminum soju di gelas, si gadis bertanya, “Apa Orabeoni punya masalah?”

Baekhyun menatap jemarinya, kepalanya sedang berdenyut, pusing. Ia mengangkat kepalanya kemudian, “Anak kecil sepertimu pasti tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Gadis itu merasa tersinggung, ia meletakkan gelas yang baru saja digunakan untuk meminum soju dengan sedikit kasar. “Gini-gini aku punya lisensi pendengar yang baik, tau!” Katanya yang kesal karena dianggap sebagai anak kecil.

Baekhyun merebut gelas dari tangan si gadis, ia kembali menuangkan soju dan meminumnya. Terus berulang kali seperti itu sampai gelas ke-5 ia baru berhenti. Setelah menghela napas, ia bertanya “Apa kau pernah dikhianati oleh orang yang kau cintai?”

“Sejauh ini sih belum. Memangnya kenapa?”

Pria Byun itu lalu melanjutkan, “Mantan istriku berselingkuh dengan pria lain dan meninggalkan putra kami begitu saja,” Baekhyun tidak menyangka ia bisa membagi kisahnya pada orang asing sampai segamblang ini.

Gadis itu memukul meja hingga menghasilkan suara yang cukup keras. Tidak bisa dipercaya, ada wanita sejahat itu. Ia sebagai kaum perempuan mungkin tidak akan pernah sanggup melakukan seperti apa yang dilakukan oleh mantan istri pria di hadapannya kini. Itu terlalu kejam. Kejahatan luar biasa baginya.

“Tidak bisa dipercaya ada wanita sepertinya.”

Baekhyun tersenyum miris, lalu kembali meminum sojunya.

“Cinta akan tetap ada ketika mereka mempertahankannya, dan dia menyerah,” kata Baekhyun sambil tersenyum simpul, senyum yang menyiratkan rasa kecewanya.

“Ketika seseorang berjanji untuk setia, disitu pula mereka mencoba untuk tidak pergi. Sayangnya, orang-orang sudah terbiasa mengingkari janji mereka,” ujar si gadis, tatapan teduhnya tertuju pada sosok Baekhyun.

 Sayangnya, orang-orang sudah terbiasa mengingkari janji mereka," ujar si gadis, tatapan teduhnya tertuju pada sosok Baekhyun

Gadis bernama Kelyn Kim itu membuka matanya saat sinar matahari mengusik tidur pulasnya. Ia mencoba untuk menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke dalam matanya sebelum menguap sangat lebar. Tangannya terangkat ke kepala untuk menggaruk kepalanya yang gatal, lalu Kelyn berniat untuk beranjak dari ranjang karena ia ingat harus bekerja hari ini.

Ketika baru akan menyingkap selimut, Kelyn merasakan hembusan napas seseorang di tengkuk belakangnya juga rasa berat di pinggangnya membuat ia berpikir ada sesuatu yang aneh.

Pelan-pelan, Kelyn mengintip ke dalam selimut. Detik itu juga, ia ingin menjerit karena terkejut namun langsung menahannya dengan menutup mulutnya menggunakan tangan.

Perlahan, Kelyn mencoba untuk menoleh ke samping. Hampir terjungkal dari ranjang begitu mendapati sosok pria yang kemarin malam ia temui kini sedang tertidur pulas dengan tangan yang melingkar di pinggangnya.

Bukan. Bukan itu yang membuat Kelyn terkejut. Tapi, MEREKA TIDUR BERSAMA TANPA MENGENAKAN SATU HELAI BENANGPUN. Kelyn sangat ingin menenggelamkan dirinya di rawa-rawa saat ini juga.

Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa aku tidak mengingatnya?

Kelyn menjerit dalam hati sambil merutuki kebodohannya.

Sekarang, apa yang harus aku lakukan?

Kelyn memutar otak. Bagaimana ia menghindar dari pria itu tanpa harus membangunkannya?

Perlahan, Kelyn menyingkirkan tangan pria itu dari pinggangnya. Ia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dengan gerakan yang sangat cepat.

Setelah selesai memakai pakaiannya, ia berlari menuju pintu keluar tanpa perlu repot-repot mencuci wajahnya terlebih dulu.

Sepanjang koridor hotel, Kelyn tidak habis-habisnya merutuki kebodohannya. Ia tidak akan sanggup untuk bertemu pria itu lagi seumur hidupnya karena ini sungguh sangat memalukan, menjatuhkan harga dirinya setinggi langit.

 Ia tidak akan sanggup untuk bertemu pria itu lagi seumur hidupnya karena ini sungguh sangat memalukan, menjatuhkan harga dirinya setinggi langit

Karena ongkos yang mahal, Kelyn hanya bisa pulang ke kampung halamannya di Busan setiap 4 bulan sekali. Itupun jika uang yang ia kumpulkan sudah cukup untuk membeli tiket kereta.

Berkerja sambil kuliah itu tidak mudah. Harus pintar-pintar membagi waktu. Begitupula dengan Kelyn. Sudah sangat bersyukur orangtuanya tidak pikun untuk selalu mengirimkan uang setiap sebulan sekali.

Banyak orang yang menyayangkan wajah cantik Kelyn karena gadis itu lebih memilih untuk menjadi pelayan di sebuah kafe dekat universitas tempatnya menuntut ilmu. Kelyn bisa saja menjadi model atau ikut audisi pencarian bakat untuk menjadi seorang idol di agensi-agensi. Sayangnya, gadis itu tidak berpikir kalau dirinya bisa sepopuler itu nantinya. Ia benci kebisingan.

Gaji yang Kelyn terima tidak terlalu besar. Namun setidaknya itu sudah cukup untuk tidak membuatnya mati kelaparan.

Shift gadis itu sudah habis dan ia harus menghadiri kelas mata kuliahnya 15 menit lagi. Setelah berpamitan pada rekan-rekannya, Kelyn berlari untuk mengejar waktu.

Kelyn rasa ia tidak akan menghadiri kelasnya kali ini ketika seorang wanita yang baru saja masuk kedalam kafe menjambak rambutnya dengan sengaja.

“YA! Apa yang Agassi lakukan?!” Bentak Kelyn sambil menatap wanita yang menjambak rambutnya itu dengan berang.

“DASAR JALANG TIDAK TAHU DIRI! BERANI-BERANINYA KAU MENGANGGU SUAMI ORANG!” Wanita itu malah balik membentak Kelyn lebih keras.

Pengunjung kafe yang tadinya sedang khusyuk dengan kegiatan masing-masing kini mulai beralih pada pertengkaran dua perempuan yang menarik perhatian itu.

“Apa yang kau bilang barusan? Menggangu suami orang? Oh, yang benar saja. Agassi tahu tidak kalau suami Agassi-lah yang menggodaku duluan. Tolong jaga ucapan Agassi dan lepaskan!” Balas Kelyn lebih tenang dari sebelumnya karena ia sadar kini mereka sedang menjadi pusat perhatian.

“Kurang ajar!” Wanita itu malah semakin keras menjambak rambut Kelyn.

Kelyn yang terkejut ikut refleks menjambak rambut wanita itu.

“Lepaskan!”

“Tidak, dasar JALANG!”

Akhirnya, aksi jambak menjambak rambut pun terjadi. Tidak ada yang berhasil menghentikan dan melerai pertengkaran mereka. Pegawai lain bahkan pengunjung pun tidak ada yang berhasil. Mereka keburu menyerah karena takut dengan ancaman-ancaman yang Kelyn dan wanita itu ucapkan.

Sampai saat dua orang pria masuk kedalam kafe dan melihat pertengkaran yang sedang terjadi di dalam kafe tersebut. Salah satu dari mereka mencoba untuk melerai, tapi gagal. Sedangkan pria yang satunya lagi memberhatikan Kelyn dengan seksama, merasa pernah bertemu, tapi di mana?

“YA! BISAKAH KALIAN BERHENTI BERTENGKAR?! INI KAFE-KU. KALIAN BISA MERUSAK REPUTASI KAFE INI. DAN, KAU KELYN KIM! HENTIKAN PERTENGKARAN INI JIKA KAU TIDAK INGIN DIPECAT!” Emosi yang sudah sampai puncak mengharuskan si pemilik kafe yang bernama Kim Minseok itu berteriak seperti orang kesetanan.

 DAN, KAU KELYN KIM! HENTIKAN PERTENGKARAN INI JIKA KAU TIDAK INGIN DIPECAT!" Emosi yang sudah sampai puncak mengharuskan si pemilik kafe yang bernama Kim Minseok itu berteriak seperti orang kesetanan

Baekhyun memang tidak terlalu percaya akan adanya takdir. Sepertinya kali ini ia akan percaya itu. Ya, takdir telah mempertemukannya lagi dengan sosok gadis yang seminggu lalu ia temui.

Berbekal kopi panas yang dibelinya di kafe Kim Minseok―sahabatnya―ia memberanikan diri untuk menghampiri gadis yang tengah duduk sendirian di bangku taman.

Gadis itu tampak terkejut saat mendapati Baekhyun sudah duduk di sampingnya dengan menyodorkan kopi untuknya.

“Lumayan untuk menghangatkan badan,” ujar Baekhyun sambil meminum kopinya, tapi si gadis tak kunjung mengambil kopi yang ia sodorkan.

Gadis itu tampak sedang membenarkan tatanan rambutnya yang berantakan, “Memalukan,” desisnya kesal.

Akhirnya si gadis mengambil kopi yang Baekhyun berikan, dan langsung meminumnya karena udara yang memang dingin karena memasuki akhir tahun.

“Soal malam itu-”

“Maaf. Aku tidak sadar saat itu. Maafkan aku.”

Baekhyun tahu gadis itu akan membahas tentang malam di mana mereka terbangun di satu ranjang. Jadi ia langsung meminta maaf dengan sepenuh hati.

“Ini bukan sepenuhnya salahmu. Aku juga tidak sadarkan diri karena mabuk. Maafkan aku juga, Orabeoni.” Ucap si gadis sambil membungkukkan badannya sedikit.

Baekhyun tersenyum menatap betapa polosnya gadis itu, “Terlalu kolot memanggilku dengan sebutan Orabeoni. Tapi, aku suka kau memanggilku seperti itu, Agassi.”

Si gadis tertawa mendengar ucapan Baekhyun barusan. Entah apa yang sedang ia tertawakan padahal tidak ada hal yang lucu. Baekhyun ikut tertawa, ia juga tidak tahu apa yang sedang ditertawakan sampai merasa dirinya seperti orang bodoh. Ia hanya merasa tawa dari gadis itu juga membawa aura positif baginya.

Pertemuan singkat tapi memberikan efek luar biasa untuk Baekhyun.

Sejak saat itu, Baekhyun merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya ketika mengingat pertemuan singkatnya dengan si gadis

Sejak saat itu, Baekhyun merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya ketika mengingat pertemuan singkatnya dengan si gadis. Mendebarkan, seperti pertama kali ia merasakan jatuh cinta. Sayang dalam hal cinta, Baekhyun menganggapnya sebagai omong kosong, jadi ia memilih itu sebagai angin lalu sampai ia sadar jika perasaan itu adalah sebagian dari benih cinta.

 Sayang dalam hal cinta, Baekhyun menganggapnya sebagai omong kosong, jadi ia memilih itu sebagai angin lalu sampai ia sadar jika perasaan itu adalah sebagian dari benih cinta

Iklan

11 respons untuk ‘Seductive Mr. Byun (Flashback)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s