Seductive Mr. Byun (Seven)

Romance | Married Life | Sad | PG-17 | etc

[Rated Can Change Anytime!]

Disclaimer! The original results my imagination. NOT FOR PLAGIARISM OR COPY PASTE!!!

©2017.billhun94


Sejak 15 menit lalu, tidak ada seorangpun dari ketiga orang dewasa itu yang ingin membuka mulutnya. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Pertama: Baekhyun sedang berpikir apa yang akan sang ibu lakukan pada Kelyn mengingat tabiat buruk ibunya itu, kedua: Kelyn berusaha untuk tidak bertatapan langsung dengan nyonya Byun―ibu Baekhyun―yang kebetulan sedang menatapnya dengan tatapan yang siap mengajaknya untuk berperang, ketiga: nyonya Byun masih tidak habis pikir dengan putranya yang satu ini.

“Siapa wanita ini?” Tanya nyonya Byun pada Baekhyun dengan nada sarkastis.

“Calon istriku,” jawab Baekhyun yang membuat nyonya Byun syok. Jangankan wanita tua itu, Kelyn saja yang mendengarnya ikut syok.

“Kau tidak bercanda?” Tanya nyonya Byun dengan nada tak percaya. Lalu, ia melirik Kelyn sinis. “Pikirkan baik-baik pilihanmu-“

Baekhyun memotong, “Apa yang harus dipikirkan lagi, Eomma? Dan, aku tidak akan pernah bercanda hal apapun yang menyangkut masa depanku serta Jesper,” katanya, serius.

“Kalau memang itu keputusanmu, akhir pekan ini bawa gadis itu ke rumah, dan perkenalkan pada Aboeji-mu. Kita lihat sampai mana kau benar-benar serius, dan tidak akan menyesali keputusanmu.”

Baekhyun dari awal sudah menduga jika ibunya tidak akan pernah menyukai Kelyn. Di pikiran ibunya, gadis yang pantas untuknya adalah gadis-gadis yang memiliki karir dan berasal dari keluarga kaya raya. Jujur, Baekhyun tidak menyukainya. Gadis seperti itu terlalu egois, arogan, dan lebih mementingkan harta serta uang mereka. Well, memang tidak semuanya, tapi ia tidak tertarik pada gadis seperti itu.

“Baiklah kalau itu kemauan Eomma.”

Kelyn merasa jantungnya sudah jatuh ke perut sewaktu nyonya Byun memergoki adegan ‘panas’nya dengan Baekhyun tadi. Wanita tua itu terus melirik Kelyn dengan tatapan yang mengisyaratkan ketidaksukaannya. Kalau nyonya Byun bukan ibu dari Baekhyun, mungkin ia sudah mengibarkan bendera perang lebih dulu.

“Grandma?!” Seruan itu datang dari Jesper yang baru saja turun dari lantai dua dengan seragam sekolah, dan tas mungilnya. Bocah itu berlari menghampiri sang nenek yang sudah merentangkan tangan untuk memeluk si cucu.

Tatapan Baekhyun terus terarah pada Kelyn yang sedang terbengong. Sampai gadis itu menyadari tatapan Baekhyun, ia membalasnya. Melalui tatapan Kelyn, ia berisyarat, “Apa yang baru saja kau katakan pada Eomma-mu?” Dan Baekhyun berespon dengan melejitkan kedua bahunya.

“Grandma akan mengantar Jesper ke sekolah?” Tanya bocah itu yang sudah duduk di pangkuan sang nenek.

“Tentu saja. Grandma sangat merindukan Jesper. Habis pulang sekolah kita jalan-jalan, bagaimana?”

Jesper melirik Kelyn yang masih sibuk beradu tatap dengan Baekhyun, “Kelyn Mommy yang biasanya mengantar Jesper ke sekolah. Dan hari ini Mommy sudah berjanji akan membelikan Jesper es krim. Jadi, Jesper tidak bisa pergi bersama Grandma,” kata bocah itu dengan polosnya.

“Mommy?” Tanya nyonya Byun yang terheran dengan panggilan itu yang ditunjukkan untuk Kelyn.

Jesper mengangguk semangat, dan mulai bercerita, “Kelyn Mommy sangat baik pada Jesper. Dia juga tidak pernah marah-marah seperti Daddy. Mommy juga cantik, banyak teman-teman Jesper yang menyukainya. Jesper sangat senang punya Mommy seperti Kelyn Mommy,” jawabnya.

Jawaban Jesper membuat nyonya Byun sedih kala mengingat cucunya itu hidup tanpa kasih sayang seorang ibu. Selama ini, yang berperan penting dalam hidup Jesper adalah dirinya dan Baekhyun saja. Jika Baekhyun sibuk bekerja, Jesper akan dititipkan padanya. Tepat sebulan yang lalu, ia harus pergi ke Swiss, dan terpaksa meninggalkan cucu kesayangannya itu.

 Tepat sebulan yang lalu, ia harus pergi ke Swiss, dan terpaksa meninggalkan cucu kesayangannya itu

Jam pulang Jesper lebih lama dari biasanya karena bocah itu harus les matematika terlebih dahulu. Kelyn jadi memiliki waktu sendiri, ia berencana untuk shopping di mall―tadinya―yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah Jesper karena sekolah bocah itu berada di tengah kota, namun rencana shopping dengan niat menghabiskan uang Baekhyun itu harus berakhir gagal. Wanita-wanita yang merupakan ibu-ibu dari pada teman sekelas Jesper malah menghampiri Kelyn, lalu mengajak gadis itu untuk berkumpul bersama.

Kalau saja Kelyn punya keberanian untuk menolak, ia sudah menolak ajakan itu dari satu jam yang lalu.

“10 menit lagi anak-anak kita pulang,” ucap salah seorang yang Kelyn ketahui bernama Nam So Ra itu.

Syukurlah, Kelyn bisa menyelamatkan dirinya. Ia langsung saja meninggalkan kumpulan wanita itu dengan alasan kalau Baekhyun sudah menunggu di depan kafe.

“Apa mereka tidak punya kerjaan lain selain menggosip?” Gerutu Kelyn sepanjang perjalanan menuju mobil.

Kelyn mengeluarkan ponselnya ketika ia merasakan getaran. Begitu sudah di dalam mobil, ia baru sempat menjawab telepon tersebut tanpa melihat nama si penelpon yang tertera di layar ponselnya.

Yeobosaeyo?”

“Tunggulah di mall dekat sekolah Jesper. Setelah pulang kerja aku akan menjemput kalian.”

Telepon ditutup begitu saja oleh sang penelpon yang membuat Kelyn jengkel. Siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun, seseorang yang suka sekali menyuruh ini-itu padanya.

“Kalau tidak tampan, sudah aku hancurkan wajahnya itu,” gerutu Kelyn sambil menatap layar ponselnya.

Setiba di depan sekolah Jesper, bocah itu sudah menunggu di dekat pagar. Jesper memanggil Kelyn, “Mommy!”

Kelyn menghampiri Jesper, “Hey boy!” Balasnya sambil mengacak pelan rambut bocah itu. Jesper tertawa merasakan geli karena usapan tangannya.

Jesper menggenggam tangan Kelyn menuju mobil, lalu ia bertanya, “Apa kita jadi makan es krim?”

Jesper menggenggam tangan Kelyn menuju mobil, lalu ia bertanya, "Apa kita jadi makan es krim?"

Baekhyun menginjakkan kakinya di pusat perbelanjaan kota Seoul itu. Ia baru saja berniat untuk menekan tombol lift ketika seorang bocah memanggilnya dengan sebutan ‘daddy’. Siapa lagi kalau bukan putranya, Jesper. Bocah itu berlari menghampirinya, dan berakhir di pelukannya.

“Tampaknya kau terlihat sangat senang sekali,” kata Baekhyun sambil memberikan kecupan di pipi Jesper.

Bocah itu memejamkan matanya, lalu membalas kecupan Baekhyun di bibir ayahnya itu. Ia kembali membuka matanya lalu berkata, “Tadi aku makan es krim rasa cokelat bersama Mommy.”

Baekhyun menyadari kehadiran gadis yang kini tengah memperhatikannya dengan Jesper, lalu ia dibuat terkejut saat melihat supir Jang yang memegang begitu banyak tas belanjaan. Dan, ia tahu itu perbuatan siapa.

“Banyak barang-barang bagus, jadi aku membelinya,” Kelyn mengaku dengan tampang tak bersalah.

Well, wanita mana yang tidak tahan saat melihat barang-barang branded seperti: tas, sepatu, baju dan lainnya. Kelyn punya kartu kredit yang Baekhyun berikan padanya. Pria itu juga tidak pernah protes dengan pengeluaran Kelyn. Hanya saja gadis itu takut kalau tiba-tiba Baekhyun terkena serangan jantung ketika melihat tagihan rekeningnya bulan ini.

Baekhyun tersenyum sekilas, lalu kembali pada sang putra, “Jesper lapar tidak?” Tanyanya yang mana langsung dianggukkan oleh Jesper.

Kelyn dan Jesper memang menghabiskan waktu cukup banyak di mall. Setelah Kelyn selesai berbelanja, mereka masuk kedalam sebuah toko es krim yang terkenal, dan menghabiskan waktu cukup lama di sana.

Kelyn berjalan di belakang Baekhyun dan Jesper. Kalau seperti ini, ia lebih mirip seperti baby sitter anak dari majikannya alias Baekhyun.

Lalu supir Jang? Pria yang beranjak 50-an itu tampak kualahan membawa barang belanjaan Kelyn.

Tanpa diduga, Baekhyun yang sedang menggendong Jesper mulai mensejajarkan langkahnya dengan Kelyn. Ia mendekat kearah kuping Kelyn, lalu berbisik, “Terima kasih karena sudah membuat Jesper senang hari ini,” kemudian menjauh kembali dari gadis itu.

Kelyn sendiri sempat terkejut, tapi ia kembali menetralkan dirinya.

“Jesper tadi belajar apa saja di sekolah?” Tanya Baekhyun sesampainya mereka di sebuah restoran dan sedang menunggu pesanan menu mereka datang.

“Banyak. Kelyn Mommy sudah Jesper ceritakan tadi, iya ‘kan?”

Kelyn yang sedang sibuk dengan ponselnya langsung mengalihkan perhatiannya pada Jesper begitu mendapat lemparan dari bocah itu, “Oh, iya.” Balasnya singkat.

Obrolan ayah dan anak itu terus berlanjut sampai pesanan mereka datang. Jesper yang begitu bersemangat menyantap makannya dengan lahap, sampai Baekhyun kualahan membersihkan sisa-sisa makanan di sekitar mulut bocah itu menggunakan tisu.

“Pelan-pelan makannya, sayang.” Nasihat Baekhyun yang tidak diindahkan sama sekali oleh Jesper.

“Sini, biar aku saja yang urus,” kata Kelyn yang tau-tau sudah menghabiskan makanannya.

Baekhyun tersentak dengan tindakan Kelyn. Tidak menyangka jika gadis itu akan melakukan hal seperti tadi. Ia dapat melihat Kelyn memberikan perhatiannya pada Jesper yang seperti seorang ibu. Jujur saja, Baekhyun bersyukur karena tidak memilih gadis yang salah.

Sesampainya mereka di rumah, Baekhyun langsung masuk ke kamarnya untuk membereskan keperluannya sebab besok ia harus pergi ke Jepang selama 3 hari karena urusan pekerjaan.

Setelah membereskan pelengkapnya, pria Byun itu masuk ke dalam kamar mandi. Sejenak, ia mengingat adegan panasnya dengan Kelyn tadi pagi. Hampir saja ia menyerah saat itu karena terlalu menikmatinya.

Baekhyun tertawa pelan. Mungkin ia akan sangat merindukan Kelyn kali ini.

Sejak Kelyn lulus dari sekolah dasar sampai masuk ke dalam universitas, ia selalu absen dari yang namanya 'reuni'

Sejak Kelyn lulus dari sekolah dasar sampai masuk ke dalam universitas, ia selalu absen dari yang namanya ‘reuni’. Entahlah, Kelyn pikir itu terlalu membuang-buang waktu saja; menjadi ajang tunjuk gigi sampai mana kau berhasil, mengulang kembali kejadian di masa lampau, dan sebagainya. Toh, tanpa perlu ada reuni, Kelyn juga bisa bertemu dengan teman lamanya kapanpun ia bisa.

15 menit lalu ada satu pesan kakao talk dari teman SMU-nya yang memberitahu kalau angkatan mereka akan melakukan reuni lusa. Kelyn yang sudah malas hanya membaca pesan tersebut tanpa berniat untuk membalasnya.

Usai mengoleskan krim malam di wajahnya, Kelyn berniat untuk langsung menyambut alam mimpi. Tapi, suara pintu terbuka menyita perhatiannya.

“Jesper?” Gumam Kelyn begitu ia melihat sosok anak kecil yang sedang menggunakan piyama tidur bergambar domba dengan sebuah buku di tangannya.

“Aku bermimpi buruk tadi. Boleh aku tidur bersama Mommy?” Tanya bocah itu dari ambang pintu. Kelyn tak enak hati menolak, ia mengangguk dari atas kasur.

Seulas senyum bahagia terpatri di wajah menggemaskan Jesper. Bocah itu naik keatas ranjang, menenggelamkan wajahnya di dada Kelyn, lalu memberikan buku yang dibawanya pada si ibu baru. “Bacakan aku dongeng ini,” gumam Jesper dari balik dada Kelyn.

Ketika mimpi buruk, Jesper selalu mengadu pada Kelyn. Setiap mimpi buruk itu datang di malam hari, Jesper selalu menghampiri Kelyn di kamarnya dan meminta gadis itu untuk membacakan cerita-cerita dongeng sebelum tidur. Mungkin kali ini sudah yang ke-3 kali.

Kelyn yang mengerti apa yang diinginkan Jesper pun langsung membuka buku dongeng itu dan membacanya. Tangannya yang lain mengelus rambut Jesper agar bocah itu merasa nyaman.

Apa benar naluri seorang perempuan sebagai ibu akan keluar begitu mereka memiliki anak?

Kelyn rasa itu benar. Semenjak ia menghabiskan waktunya setiap hari bersama Jesper, tanpa terasa ia mulai terbiasa dengan bocah hyper seperti Jesper. Tadinya ia tidak menyukai anak kecil karena menurutnya mereka itu sangat berisik. Tapi, kini lihatlah. Ia terjebak bersama Jesper setiap hari dan lambat laun mulai menikmati hari-harinya sebagai sosok ‘Mommy’ untuk bocah itu.

Dengkuran halus terdengar ketika Kelyn baru setengah membacakan isi buku dongeng itu. Ia melirik kearah Jesper dan menemukan bocah itu sudah tertidur dengan tangan yang memeluk perutnya erat-erat.

Kelyn tersenyum, “Good night my little boy,” gumamnya, setelah itu mengecup kepala Jesper.

Tangan Kelyn yang bebas baru saja akan mematikan lampu kamar saat pintu kamarnya kembali terbuka dan menampilkan sosok Baekhyun sedang berdiri di ambang pintu.

“Aku mencari Jesper di kamarnya, ternyata dia di sini,” ujar Baekhyun, vokalnya pelan agar tidak menggangu tidur Jesper.

“Jesper bilang dia mimpi buruk dan memintaku untuk membacakannya cerita dongeng sebelum tidur,” balas Kelyn yang awalnya sedikit terkejut dengan kehadiran Baekhyun.

Pria yang mengenakan piyama tidur berwarna merah marun itu mendekat kearah ranjang Kelyn. Baekhyun memposisikan dirinya di sisi ranjang yang kosong sebelum mencondongkan tubuhnya agar sejajar dengan Jesper.

Oh, ya Tuhan! Kenapa jantung Kelyn berdegup sangat keras? Ia bahkan harus menahan napas saat merasakan Baekhyun semakin mendekat pada Jesper. Jangan lupakan bagaimana posisi tidur bocah itu! Ia harap Baekhyun tidak mendengarnya debaran jantungnya ini.

Baekhyun mengecup kepala Jesper cukup lama sebelum akhirnya melepaskannya. Kelyn bisa bernapas lega.

“Besok aku akan pergi ke Jepang selama 3 hari. Aku harap kau menjaga Jesper dengan baik selama aku di sana,” ucap Baekhyun.

“3 hari?” Kelyn hanya ingin memastikan karena tiba-tiba saja ia merasa ada yang kosong di dalam dirinya.

“Boleh aku tidur di sini juga?” Baekhyun menghiraukan Kelyn. Ia malah berbaring di sebelah Jesper yang menjadi penengahnya dengan Kelyn pada posisi miring menghadap gadis itu yang sedang menatapnya. “Jangan menatapku seperti itu. Aku jadi ingin memakanmu hidup-hidup,” katanya.

Bulu kuduk Kelyn langsung berdiri setelah mendengarkan kata-kata pria itu tadi. Kapan Baekhyun tidak mesum?

“Jangan berulah, ada Jesper ‘di sini’.”

Kelyn bersumpah jika ia menyesal telah berkata seperti itu karena yang diterima sesudahnya adalah seringaian menggoda Baekhyun.

“Bagaimana kalau kita pindah ke kamarku saja? Tidak ada Jesper ‘di sana’,” goda Baekhyun, tangannya sudah bergerak untuk menyentuh bagian intim Kelyn, namun langsung ditepis oleh gadis itu.

“Kau mau mati?!”

Bukan hal baru bagi Jesper kalau Baekhyun meninggalkannya seorang diri demi perjalanan bisnis keluar kota bahkan negara

Bukan hal baru bagi Jesper kalau Baekhyun meninggalkannya seorang diri demi perjalanan bisnis keluar kota bahkan negara. Biasanya Jesper akan diambil alih oleh nyonya Byun, semenjak kehadiran Kelyn, Baekhyun tidak perlu repot-repot meminta ibunya untuk menjaga Jesper.

Pagi ini misalnya. Pesawat yang akan ditumpangi Baekhyun lepas landas pukul 9 dan pria itu sudah harus berada di bandara setidaknya satu jam lebih awal. Tidak sesuai rencana. Baekhyun telat bangun. Ia bahkan bangun ketika jam menunjukkan pukul 8. Mau tidak mau ia panik sendiri.

Hal pertama yang Baekhyun lakukan adalah mandi, bersiap, sarapan jika ia tidak ingin mabuk udara―makanan di pesawat tidak enak, ia tidak suka.

“Kau menyetir sendiri?”

Tiba-tiba saja sosok Kelyn hadir di dapur. Baekhyun terkejut karena ia kira gadis itu sedang mengantar Jesper ke sekolah.

“Aku tidak mengantar Jesper,” ujar Kelyn yang seperti bisa membaca isi kepala Baekhyun.

Pria Byun itu tidak ambil pusing. Setelah menghabiskan sarapannya, ia memakai sepatu dan langsung berlari menuju pintu.

“Baekhyun!”

Yang dipanggil berdecak. Ia membalikkan badannya, “Apa lagi sekarang? Aku sudah sa-“

“Kau melupakan paspor-mu,” kata Kelyn, berjalan kearah Baekhyun.

Baekhyun menepuk dahinya. Ia lupa kalau menaruh benda penting itu di meja pantry dapur tadi ketika sarapan.

“Aku pergi.”

Kelyn menahan tangan Baekhyun sampai membuat pria itu kembali berdecak dan membalik badannya lagi. Namun, ciuman tiba-tiba Kelyn membuatnya tidak berkutik.

Kelyn memberikan ciuman perpisahan untuk Baekhyun. Hanya 5 detik, setelah itu ia melepaskannya. Dapat ia rasakan pipinya memanas karena melakukan tindakan di luar kendalinya tadi.

Baekhyun tersenyum, mengecup kening Kelyn kilat lalu berbisik, “Saat aku kembali dari Jepang nanti, siapkan lingerie yang bagus.”

"

Iklan

9 respons untuk ‘Seductive Mr. Byun (Seven)

  1. Yah, Kaa.. Aku baru bacaaa… Gimana Ibu nya Baek? Udh setujukah diaa?
    Baek makin2 aja, yaa. Makim absurd otak nya :’v
    Ko Aku pengen cepet next,ya? Hehe..
    Cepet lanjut ya, Kaaa;)

  2. Tuuuhhhkaaannnn udh tbc lagi…. Ditunggu kelanjutannya authornim….
    penasaran ajh apa yang akan terjadi setelah byun balik dari jepang kekekekekekeke

  3. wahhh kapan mau di next ini…. hmmmm aku baru baca dan ceritanya bagus bikin penasaran… author next dong,,,, kasihanilah pembacamu ini yang haus akan next part nya….
    *lebay??biarlah,asal autor mau next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s