[Author Tetap] Our Marriage. (Page 1)

1bf2ed0cef515f634a52a1276682bbfc

Cast : Byun Baekhyun x Park Hyejin (OC)

Other cast : Park Chanyeol, Kim Chanri (OC), etc. 

Genre : Romance, Sad, Family, Drama. 

Rating : +17

Leght :Chapter and Sequel. 

Disclaimer : Karya ini karangan saya. So sory jika memiliki kemiripan dengan cerita author lainnya.

Previous : [Sinopsis] Our Marriage – Sequel of Finally I Got You.

Note : Banyak typo bertebaran. Pahami sendiri ya 😄. Other cast belum banyak muncul di page 1 ini.

********


 

“Park Hyejin,  menikahlah denganku.!”

“ya,  ayo kita menikah. ”

Moment paling bahagia bagi seorang pasangan adalah saat pernikahan. Pria sukses melamar wanitanya dan mengikat hubungan dengan janji suci.

Kehidupan setelah pernikahan lebih banyak cerita. Ada pertengkaran kecil,  menangis,  canda dan juga tawa. Semua sudah dirasakan oleh Hyejin maupun Baekhyun. Dua pasangan yang saling mencintai dan saling menjaga. Mereka semakin bahagia saat Hyejin dinyatakan mengandung. Tuhan memberkati pasangan ini. Baekhyun bersyukur dan berjanji akan menjaga kedua malaikatnya.

.
.
.
.

Baekhyun berjalan cepat setelah turun dari mobilnya. Wajahnya menunjukan raut cemas setelah tadi mendapat panggilan dari wanitanya. Semua urusan perusahaan Baekhyun serahkan pada yang lain. Ia hanya ingin melihat keadaan istrinya sekarang. Yang ada diotaknya hanyalah Park Hyejin.

“Yeobo-ya!”

Baekhyun memanggil istrinya setelah masuk ke dalam rumah. Tas kerja juga jas ia lempar begitu saja di sofa. Kakinya melangkah cepat menuju kamar, namun sesuatu menghentikannya. Hidung lancipnya mencium wangi masakan. Segera ia berlari kearah dapur.

Mendengar suara langkah kaki membuat Hyejin yang sedang menata makanan menoleh ke depan.

“Eoh? Kau sudah datang?” girangnya setelah mendapati Baekhyun berdiri di dekatnya.

“Yeobo!”

Baekhyun tak sanggup bicara sangking leganya. Melihat Hyejin baik-baik saja membuat hatinya tenang. Pria berumur 26 tahun itu memeluk istrinya, sangat erat sampai Hyejin terdiam.

“Hei… ada apa?”

Hyejin tersenyum karena rencananya untuk membuat Baekhyun cemas berhasil. Sepertinya suaminya mengacaukan pekerjaan karena dirinya. Jisun tak peduli, hari ini adalah peringatan pernikahan mereka. Ia ingin Baekhyun berada dirumah lebih awal untuk merayakannya.

“ya! Kau baik-baik saja? Eoh? Apa perutmu masih sakit?”

Hyejin tersenyum semakin lebar. Suaminya sangat mudah dibohongi. Ini pun pertama kalinya ia mengerjai Baekhyun dengan menyangkut pautkan kesehatan janinnya.

Yang Baekhyun butuhkan adalah jawaban namun istrinya malah terdiam. Pria itu semakin tak mengerti saat Hyejin tersenyum lebar

“Aku baik-baik saja. Tadi itu aku berbohong agar kau pulang lebih awal. Maaf, ini karena-”

Hyejin tak melanjutkan ucapannya. Senyumnya lenyap setelah melihat air menggenang di pelupuk mata Baekhyun.

“Kau sedikit keterlaluan. Kau membuatku kacau. Aku hampir gila setelah menerima panggilanmu. Aku takut Hyejin-ah. Kukira benar terjadi sesuatu padamu.” Baekhyun menundukan wajahnya, tak mau Hyejin melihat air matanya.

Rasa senang Hyejin berubah menjadi penyesalan. Seharusnya ia tak membuat suaminya ketakutan.

“Maaf, aku hanya ingin kau pulang cepat. Kau tidak lupa hari ini kan?”

Kini Jisun yang menunduk. Jemarinya memilin ujung baju, mungkin sebentar lagi ia juga menangis.

Baekhyun menghela nafasnya. Ia tak marah sama sekali soal Hyejin membohonginya. Tapi ia menangis karena sangat takut.
Ditambah lagi ia baru ingat hari ini. Pantas saja Hyejin memintanya pulang awal.

“Jangan mengulanginya lagi! Ok? ”

Baekhyun mengangkat dagu Hyejin agar melihat jelas wajah yang sangat dirindukannya sejak pagi. Hyejin mengangguk, membuat Baekhyun tersenyum.

Gadis itu berjinjit agar bisa mencapai bibir Baekhyun. Kecupan singkat namun manis membuat jiwa Baekhyun melayang.

“Maaf ya? Aku tak akan berbohong seperti tadi lagi. Janji. ”

Baekhyun menangkup wajah Hyejin lalu melakukan hal sama seperti apa yang istrinya lakukan tadi. Namun kecupan Baekhyun lebih lama, bahkan ia melakukan lumatan lembut.

“selamat hari pernikahan. Maaf, aku terlambat mengingatnya. Kau mau hadiah apa heum? ”

Baekhyun bertanya setelah melepas kecupannya. Hyejin menurunkan tangan Baekhyun yang masih menangkup pipinya.

“kau ada disampingku sudah membuatku senang. Aku tak butuh hadiah apapun.” jawab Hyejin membuat Baekhyun senang luar biasa.

“maaf jika aku terlalu sibuk bekerja. Tidak seharusnya aku terlalu sibuk sampai mengabaikan kalian. Iya kan? Jagoan appa?”

Baekhyun menunduk agar bisa sejajar dengan perut buncit Hyejin. Tangan kekarnya mengusap perut yang kini telah berisi janin berumur 5 bulan.

“eum. Tak apa. Aku tau kau bekerja keras untuk membahagiakanku. Terimakasih, suamiku. ”

Baekhyun merasa hidupnya adalah yang paling sempurna dari semua orang. Bertemu Hyejin,menikahinya dan kini tak lama lagi ia akan menjadi seorang ayah.

“mandilah! Aku sudah menyiapkan air hangat. Baju gantimu ada di atas ranjang. Setelah selesai kembalilah untuk makan malam. Lihatlah! Aku memasak semua makanan kesukaanmu.” perintah Hyejin. Gadis manis itu memang tak pernah telat untuk mengurusi hal kecil namun berkesan bagi suaminya.

“Baiklah. Terimakasih, yeobo-ya.”

Cup

Baekhyun kembali megecup bibir Hyejin. Dengan cepat ia berbalik menuju kamar sebelum Hyejin mengeluarkan omelan.

Hyejin menatap sampai Baekhyun hilang dibalik pintu.

“huftt. . . Kukira kau akan memberiku cincin atau apa.” ujarnya. Ya, walau ia tak mengharapkannya tapi Hyejin sedang ingin hal romantis.

Hyejin menghela nafasnya setelah melihat kondisi Baekhyun saat pulang tadi. Bodoh sekali karena ia pura-pura sakit perut dan menelfon suaminya untuk cepat pulang. Ia masih ingat betul perihal satu minggu lalu. Belum lama ini ia masuk rumahsakit karena mengalami pendarahan. Patut jika Baekhyun setakut tadi.
.
.
.

Setelah menyelesaikan makan malam, Hyejin dan Baekhyun memilih untuk berbaring di ranjang. Keduanya berada didalam selimut. Suara kecupan diselingi tawa kecil terdengar jelas. Kedua pasangan ini sampai hampir lupa sesuatu. Hyejin menyibak selimut terlebih dahulu, ia tak ingin Baekhyun melampaui batas. Hyejin menyayangi janinnya, jangan sampai sesuatu terjadi pada si jabang bayi karena ulah mesum suaminya.

“kenapa? Aku sangat merindukam sentuhanmu, yeobo.” tanya Baekhyun dengan nada kecewanya. Ini hari peringatan mereka dan artinya itu juga hari peringatan mereka pertamakali melakukan itu.

“aku sedang mengandung anakmu Byun Baekhyun. Kau akan melukainya jika-”

“baiklah sayang. Aku tak akan melakukannya.”

Baekhyun mendudukan dirinya dan beralih bermain ponsel. Hyejin tau suaminya sedang kesal karena ia melarang melakukan hal yang sangat disukai Baekhyun.

“umur pernikahan kita sudah satu tahun. Aku masih tak percaya bisa menikah dengan orang yang dulu kuhindari.” sengaja Hyejin memancing obrolan agar Baekhyun tertarik untuk bicara.

“Kau menikah denganku karena takdir. Tuhan menciptakanmu spesial untukku.” ujar Baekhyun. Ucapannya tidak salah, mereka memang takdir.

“ya. Jika saja Sehun masih ada, pasti aku menikah dengannya.”

Kini Baekhyun melirik Hyejin dengan tatapan sinis. Apa ini? Mengapa istrinya malah mengungkit orang yang sudah tak ada di dunia?

“jika pun Sehun masih hidup, aku akan tetap berusaha untuk mendapatkanmu.”

“hei kenapa kau kesal begitu eoh? Aku hahya bercanda. Aku mencintai suamiku. Sangat mencintaimu Byun Baekhyun. ”

Hyejin semakin merapat untuk memeluk suaminya dari samping. Baekhyun tak kesal, ia tau istri tercintanya hanyalah bercanda.

“emm… Aku jadi ingat susahnya mendapatkanmu. Kau ingat saat aku terserempet mobil? Aku pernah pura-pura patah tulang agar kau merasa bersalah. Bukankah saat itu kau selalu ada untuk membantuku?”

“cih… Lebih tepatnya saat itu aku sangat terpaksa. Aku orang bertanggung jawab jadi membantumu.” elak Hyejin. Memang benar, dulu ia sangat takut Baekhyun patah tulang karena menolong dirinya.

“itu bukan kenangan indah. Emm kau pasti tidak lupa kan saat aku koma karena kecelakaan? Kau menangis setiap malam karena takut kehilangan aku.” ujar Baekhyun, kali ini dengan wajah sok tampannya.

“sial, kau tau darimana soal itu? Eommoni?”

“eoh. ”

Hyejin menghembuskan nafasnya, mertuanya tak bisa diajak bekerja sama untuk menjaga rahasia.

“aku masih hidup karena aku ditakdirkan untuk membahagiakanmu, Byun Hyejin.”

Hyejin tersenyum kali ini. Kepalanya menelusup di leher Baekhyun.

“iya, iya kau memang takdirku tuan Byun.”

“sekarang tidurlah. Kita akan berkunjung ke rumah eomma lalu jalan-jalan.”

“benarkah?” nada Hyejin terdengar senang. Baekhyun terkekeh karena istrinya terlihat seperti bocah kecil.

“eum. Cepat tidurlah!.” Printah Baekhyun sembari membetulkan selimut.

“good night.”

Baekhyun mematikan lampu lalu mendekap istrinya agar merasa hangat.

Setiap malam keduanya lalui dengan mimpi indah. Hyejin adalah penangkal mimpi buruknya. Baekhyun tak akan pernah gelisah jika istrinya ada di sampingnya.

“aku mencintaimu.” Bisik Baekhyun setelah memejamkan mata.
.
.
.

Kediaman kuarga Byun menjadi ramai setelah kedatangan sang menantu. Hyejin banyak bercerita pada mertuanya soal pekerjaan maupun masalah kecilnya dengan Baekhyun. Sang suami yang sedang bermain ponsel cukup menjadi pendengar. Karena jika Baekhyun ikut manimpali, ucapannya akan menjadi angin lewat.

“sayang, kau sudah melakukan cek up ke dokter? Bagaimana kondisi janinmu?” ny. Byun mengganti obrolan. Kali ini telinga Baekhyun semakin tajam untuk mendengarkan.

“aku belum cek kehamilan, eommoni. Baekhyun tak pernah memiliki waktu untuk menemaniku.” Jujur Hyejin. Kali ini tatapan Ny.Byun beralih pada putranya.

“hei anak nakal! Kenapa kau tak menemani istrimu untuk cek up? ” tanya beliau. Baekhyun meletakan ponsel dan menatap ibunya.

“eomma, salahkan saja Baekboom hyung yang tak henti-henti nya memberiku tugas perusahaan. Dia membuatku menjadi suami jahat karena terus sibuk bekerja.” kesal Baekhyun. Ia berani bicara seperti itu karena kakaknya sedang tidak berkunjung.

“benar begitu atau hanya alasan?”

“eomma aku serius. Putra sulungmu memang menyebalkan.”

Mendengar itu, Hyejin dan Ny.Byun malah tertawa.

“eung”

Hyejin menutup mulutnya saat rasa mual luar biasa kembali menyerangnya. Ia beranjak dan berlari kecil menuju arah dapur.
Mertuanya menatap dengan cemas. Baekhyun bangkit untuk menyusul. Rasa cemas seperti kemarin malam kembali dirasakannya. Pasalnya Hyejin pernah pingsan dan pendarahan kecil gara-gara kehabisan tenaga. Baekhyun tak mau hal seperti itu terulang lagi.

Hyejin memuntahkan isi perutnya lumayan banyak. Perutnya sebenarnya sangat sakit, namun ia diam karena tak ingin suami maupun mertuanya khawatir.

“yeobo kau baik-baik saja?” cemas Baekhyun.

“iya. Aku hanya perlu memuntahkannya lalu-eung. ”

Hyejin kembali muntah. Sungguh Baekhyun tak tega melihatnya.

“bagaimana kalau kita tefon dokter Ahn?” sarannya karena takut terjadi sesuatu. Hyejin tertawa kecil.

“kau berlebihan. Aku hanya muntah karena efek hamil.”

Baekhyun memeluk Hyejin dan memejamkan matanya. Pria itu sedang berdoa agar istrinya baik-baik saja.

“lepaskan, bagaimana jika eommoni melihat kita? ”

“biar saja.”

Hyejin terkekeh, menurutnya Baekhyun berubah semakin protektif semenjak ia mengandung.

“berjanjilah!  Kau harus segera memberitahu jika perutmu sakit lagi!  Ada aku, eomma dan lainnya.”

“iya,  iya. Dasar cerewet.”

Baekhyun tak bisa untuk tersenyum lebar saat ini. Namun ia berusaha melakukannya untuk melegakan istrinya.

“ayo kembali ke ruang tengah. Eomma punya resep minuman perda rasa mual. Akan kuminta untuk membuatkannya untukmu. ”

Hyejin hanya tersenyum dan ditarik keluar dari kamar mandi oleh Baekhyun.

Mertuanya sangat peduli padanya. Setengah hari ia diperlakukan seperti anak kesayangan oleh ibu Baekhyun. Kadang itulah yang membuatnya tak ingin pulang jika berkunjung ke rumah keluarga Byun.

Baekhyun pun senang karena Hyejin menjadi banyak makan. Jika di rumah,  istrinya tak mau makan walaupun satu sendok nasi.

Setelah setengah hari bermain di rumah ibunya, Baekhyun mengajak istrinya jalan-jalan sore ke taman kota. Keduanya bergandengan menyusuri jalanan penuh bunga chery blossom.

“Baekhyun-ah?”

“apa? Ya! Sudah berapa kali aku bilang? Aku dua tahun lebih tua darimu? Panggil oppa atau yeobo! Faham? ” kali ini Baekhyun kesal. Sudah beratus-ratus kali ia menyuruh istrinya untuk mengubah cara memanggilnya namun sangat sulit.

“kenapa? . ‘Baekhyun-ah’ adalah panggilan kesayanganku.”
Balas Hyejin tanpa merasa berdosa. Entah mengapa sangat asik membuat suaminya kesal.

“terserah saja.”

Baekhyun mengalihlan tatapannya ke depan. Jauh dari pandangannya, terdapat keuarga kecil sedang bermain dibawah pohon cherry blossom. Baekhyun tersenyum membayangkan dirinya akan seperti itu bersama Hyejin dan anaknya kelak.

“Yeobo-ya, kau ingin anak laki-laki atau perempuan?”
Tanya Baekhyun, keduanya menghentikan langkahnya untuk saling tatap.

“Keduanya sama saja. Tapi aku ingin anak laki-laki terlebih dahulu. Jika aku melahirkan anak perempuan, dia bisa menjaganya.” terang Hyejin. Matanya berbinar saat mengatakannya.

“wah pemikiran kita sama.” Girang Baekhyun.

Keduanya tertawa bahagia. Baekhyun menggenggam tangan istrinya untuk kembali berjalan di tempat penuh pepohonan itu. Ia sengaja membawa istrinya ke tempat segar untuk refreshing.

Hyejin pun menikmati udara segar di tempat itu. Ia merasa bosan dengan pekerjaan serta di rumah. Akhirnya Baekhyun mengajaknya jalan-jalan sebelum ia memintanya. Suaminya memang sangat pengertian.

“eoh… Itu tarot bukan?” tunjuk Hyejin setelah melihat tenda kecil seperti sebuah tempat peramal.

“kenapa? Kau ingin meramal nasib?” tanya Baekhyun dengan tidak yakin.

“ide bagus.”

Baekhyun melongo saat istrinya menariknya mendekati tenda itu. Sebelum masuk, Baekhyun menghentikannya terlebih dahulu.

“Kau benar mau masuk?. Yeobo, ini penipuan. Ayolah kita pergi saja.” Bisik Baekhyun. Ia sungguh tak ingin berurusan dengan seseorang pembaca nasib. Bukan apa, ia hanya takut mendengar hal buruk nantinya.

“Ayolah. Ini akan seru. Aku pernah ke tempat seperti ini. Saat itu wanita tua berkata jika aku akan menikahi seseorang dengan nama depan B dan itu namamu. Konyol memang tapi bukankah benar?” jelas Hyejin. Yang mendengar semakin dibuat melongo. Istrinya terlalu polos atau apa? Bisa saja peramal hanya asal menebak dan kebetulan terjadi.

“Byun Hyejin ayo pergi! Aku-”

“Selamat datang.”

Ucapan Baekhyun terhenti saat wanita muda keluar dari dalam tenda. Bahkan ini terlalu muda karena anak perempuan dihadapannya memakai seragam SMA.

Ia semakim yakin jika apa yang ada dihadapannya hanyalah penipuan.

.
.

Baekhyun duduk bersila bersanpingan dengan istrinya. Matanya menyapu dalam tenda yang isinya benda-benda berkaitan dengan tarot. Jika bukan karena istrinya,  ia tak akan mau ke tempat seperti itu.

“ok. Anda memilih kartu yang cukup baik. Sekarang ajhushi, pilihlah satu kartu.”

Baekhyun hanya diam menatap anak ramaja di sebrang meja. Hyejin menyenggol lengannya cukup keras.

“apa?”

Hyejin memberi isyarat untuk menyuruh suaminya menuruti si pembaca kartu.

Tanpa niat Baekhyun memilih asal satu kartu.

Remaja manis itu membukanya dan cukup terkejut saat melihat gambar dalam kartu.

“bagaimana?”

Pertanyaan Hyejin membuat gadis remaja itu tersenyum.

“Kalian pasangan yang akan terus bersama sampai akhir. Namun,  emm…. sesuatu akan terjadi. Kusarankan ajhushi menjaga istrimu. Jangan pernah berfikir untuk meninggalkan istrimu. Ajhusi, kau menyimpan sesuatu yang penting dari istrimu kan? ” tanya gadis itu. Baekhyun rasanya ingin keluar dari tempat itu.

“cukup. Apa ini semua penipuan? Hei kami akan selalu bahagia. Ramalanmu hanya asal tebak saja kan?. Tanpa kau bicara pun aku tak akan pernah meninggalkan istriku.”

Baekhyun membuka dompet dan mengeluarkan satu lembar uang. Ia menarik istrinya keluar dari tenda. Mengesalkan sekali, gadis remaja jaman sekarang memang aneh-aneh fikirnya.

“ya! Ajhussi aku tidak menerima bayaran. Hey aku tidak aneh seperti yang kau fikirkan.”

Gadis itu berteriak untuk menghentikan namun Baekhyun dan Hyejin sudah cukup jauh.

“pasangan bahagia namun bernasib malang. Untung mereka ditakdirkan bersama sampai akhir.” ujarnya dengan nada prihatin.

Hyejin menatap Baekhyun yang terus menariknya tanpa bicara. Ia terkekeh melihat suaminya begitu menganggap serius apa ucapan gadis remaja tadi.

“sayang, kau baik-baik saja?”

“tidak. Aku sangat kesal dangan bocah tadi. Astaga dia anak sekolah yang masih sangat polos. Tau apa dia tentang kehidupan seorang pasangan? Aku yakin tadi itu hanya asal meramal. Kita akan nahagia selamanya. Mana mungkin aku meninggalkanmu.”

Hyejin dengan cepat mengecup bibir Baekhyun. Suaminya akan mengoceh seperti burung beo jika ia tak menciumnya.

“iya iya. Kau tidak akan pernah meninggalkanku. Kau mengatakannya beribu kali. Sudahlah jangan kesal seperti itu. Bukankah dia bilang kita bersama sampai akhir? Itu artinya kita akan hidup bersama sampai tua nanti.” ujar Hyejin untuk membuat rasa kesal Baekhyun luruh. Dan berhasil, suaminya kembali tersenyum.

“benar. Kita akan bahagia selamanya.”

Cup

Kini giliran Baekhyun yang mengecup Hyejin.  Semakin lama kecupan itu berubah menjadi brutal.

Hyejin mendorong bahu Baekhyun. Gila saja Baekhyun menciumnya sangat nafsu di tempat itu.

“Hei ini tempat umum dan kita sedang ditengah jalan, bodoh!”

Hyejin menatap sekitar yang terlihat banyak pengunjung. Rasanya malu jika menjadi pusat perhatian.

“tak ada yang memperhatikan kita. ”

Baekhyun kembali memajukan wajahnya namun Hyejin menutup bibirnya.

“jangan sekarang!”

“haha baiklah aku akan melanjutkannya di rumah.”

Hyejin memutar kedua bola matanya. Baekhyun tak pernah main-main dengan ucapannya. Itu alasan mengapa ia cepat hamil setelah menikah dengan pria itu.

Namun ia bersyukur memiliki Baekhyun dalam hidupnya. Tak ada yang bisa menggantikan Baekhyun. Selamanya ia ahanya bahagia bersama Baekhyun.

Tbc

 

Hallo…. Long time no see 😁. Masih ingat dengan FIGY?
Ini aku but sequelnya. But aku pikir aneh banget. Alurnya gak bisa kuatur. Nanti next chapter aku kasih soesial wedding day mereka yah….. Biar lebih masuk ceritanya. Maaf kalau gak memuaskan. Aku sibuk banget dan waktu buat ngetik itu minim. Itulah yang buat aku kesusahan dapat ide cerita.

So, silahkan komen. See you next chaptet ya my lovely reader

Iklan

One thought on “[Author Tetap] Our Marriage. (Page 1)

  1. Penasaran banget kak, Baekhyun sangat overprotectif. Pasti di next chapternya nanti banyak kejutan kejutan yang tak terduga dan membuatku nangis lagi seperti di finally l got you saat hyejin tau bahwa Sehun telah meninggal dan hal hal romantis lainnya yang akan dilakukan Baekhyun seperti di finally l got you yang menyanyikan lagu untuk Hyejin, hihihi jadi senyum senyum sendiri mengingatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s