[Author Tetap] What is Pain? (Chapter 3)

Cast: Park Chanyeol, Oh Sekyung (OC).

Genre: Romance, hurt

Rate: PG-13

Disc: THIS STORY IS CLEAR FROM MY MIND. Jangan plagiat dan copy paste!

Like dan comment ya šŸ™‚

.

.

.

My heart tells me that i still love him.

My mind knows it and refuse to belive.

But now i do what i wanted,

And it leads me to the death of regrets.

.

.

What is Pain? Impulsif.

Sekyung pov*

“Aku tidak baik-baik saja.”

Aku terdiam setelah itu, tatapan mataku tertuju padanya. Tatapan kosong dan pilu yang kurasakan.

“Kau.. bisakah kau berhenti bersikap baik? Berhenti selalu ada saat kubutuhkan. Aku butuh waktu sendiri.” Chanyeol tidak bergeming, dirinya terlihat kaget dan bingung.

Aku tau aku salah, aku tau aku akan menyesal namun apa yang kukatakan sudah terdengar olehnya dan tidak ada putar balik.

“Aku harus pergi.” Kubangkitkan diriku dan pergi dari hadapannya. Ini cukup menyakitkan..

Pada akhirnya aku telah berusaha melepaskannya, namun aku tidak tau apa yang harus kulakukan setelahnya?

Selama aku berjalan, aku berharap hujan akan menghapus air mataku namun hujan tidak sebesar yang kuinginkan. Rintik kecil terasa di atas kepala namun berhenti, begitu juga kaki yang melangkah ini. Berhenti begitu saja.

Kutatap layar ponselku dan mencoba menelpon Chanyeol. Aku tau aku bodoh, aku labil dan ini adalah hal buruk. Namun aku tau aku menyesal atas perkataanku yang tiba-tiba.

Telepon pertama tidak diangkat, kuputuskan untuk pulang dengan taxi. Dijalan aku mencoba menelponnya lagi namun tidak ada balasan. Aku menatap ponselku dan mencoba menelpon untuk terakhir kalinya di depan rumahku.

Telepon itu terangkat, namun itu bukan dirinya melainkan suara seorang perempuan. Disitu aku tersadar, semua sudah selesai. Aku harus menerimanya..

“Halo?”

Aku tidak bergeming, kututup telepon itu, menutup segalanya

Dan..

2 hari kemudian aku menyesal. Rasa sesak terus menghampiri, berkali-kali aku mengingatkan bahwa aku tidak kenapa-napa.

Lalu mengapa aku begini?

Pagi itu di sekolah, semua orang merasa bahwa itu hari yang baru namun aku merasa tidak ada yang berubah. Hari-hariku tidak berubah, kecuali hatiku.

Yang entah mengapa semakin membingungkan.

Aku berjalan seperti biasa di lorong menuju kelas. Hari itu aku melewati kelas Chanyeol dan menemukan Yeon bersamanya lagi.

Kulewati pasangan itu hari ini..

Mungkin

Untuk seterusnya..

Sekyung pov end*

Chanyeol pov*

Hari itu berantakan. Entah mengapa semua terasa hancur seakan hari itu adalah hari yang sangat buruk. Untung saja Yeon datang. Mungkin aku tidak seharusnya membiarkan Sekyung pergi. Harusnya aku mengejarnya.

Tapi mungkin ini lebih baik. Aku hanya akan membuat diriku semakin bingung.

Yeon datang dengan senyuman. Kutatap wajahnya sekilas lalu tersenyum.

“Ada apa? Kau belum pulang dari tadi?” Aku diam tidak bergeming, kuputuskan untuk memeluk Yeon dan menenggelamkan wajahku dipundaknya.

“Aku hanya..

Bingung. Biarkan seperti ini sejenak.”

Ya, biarkan aku meyakinkan diriku bahwa memilikimu adalah hal yang benar.

Ponselku berdering namun aku tidak ingin mengangkatnya. 2 deringan dan yang ke 3..

“Halo?” Aku mengangkat wajahku dan menatap Yeon yang sudah memegang ponselku.

“Halo??” Telepon itu di tutup.

“Siapa?” Tanyaku menatap Yeon bingung.

“Entah. Sekyung menelpon tapi saat kuangkat tidak ada suara.” Aku terdiam sesaat lalu bangkit.

“Ayo,”

“Kemana?”

“Pulang.”

Aku mengantar Yeon dan meminta maaf telah membuatnya merasa terganggu. Aku tau ini seharusnya tidak terjadi namun aku tidak bisa membiarkan Sekyung yang baru saja sakit kenapa-napa.

Kuputuskan untuk melaju ke rumahnya. Kutatap jendela kamarnya, lampu yang menyala dan sosok perempuan berada di balik jendela itu. Aku lega bahwa dirinya baik-baik saja. Itu sudah cukup.

Chanyeol pov end*

.

.

Author pov*

2 hari setelahnya.

Chanyeol, Suho, Minji, Heni dan Sekyung duduk di cafe biasanya dengan tenang. Semuanya terlihat sibuk dengan ponsel dan cerita masing-masing.

Chanyeol dan Sekyung diam seraya mencoba menarik perhatian ke hal berbeda. Sekyung sibuk berbicara dengan heni dan Minji sedangkan Chanyeol memainkan ponselnya.

Suho membeli makanan dan minuman yang tentu saja dihabiskan oleh mereka ber5.

Sekyung menatap Chanyeol dan mata mereka bertemu sejenak namun mereka sama-sama mengalihkan pandang.

“Yeon tidak datang?” Tanya Heni membuat Chanyeol menggeleng, “ia ada acara dengan temannya.”

Chanyeol menatap ponselnya dan tersenyum, “Yeon akan datang nanti sore.”

Semua tersenyum dan meledek Chanyeol, ya semua termasuk Sekyung yang tersenyum sekilas.

“Aku mau pesan minum, kalian ada yang mau pesan atau tidak?” Tanya Sekyung yang berdiri dan ingin memesan.

“Aku mau Choco Waffle ya.” Ujar Heni yang diangguki Sekyung.

“Aku mau Ice lemon tea.”

“Kentang goreng 1” timpal Suho dan Minji.

“Baiklah. Aku ikut, kau tidak akan bisa membawa semuanya.” Ujar Chanyeol yang ikut berdiri.

Sekyung sedikit kaget dan gugup setelah mendengar Chanyeol. Mereka sama-sama gugup hanya saja Chanyeol tidak enak jika terus seperti ini, begitu juga Sekyung.

Mereka berjalan dan mengantri bersama. Tidak ada yang memulai percakapan, semuanya sama-sama diam dan canggung.

Beberapa menit kemudian seseorang berjalan terburu-buru dan mendorong Sekyung hingga hampir terjatuh, bukan, tepatnya membuat Sekyung terjatuh di pelukan Chanyeol.

Sekyung terlihat kaget dan mengangkat dirinya secepat mungkin.

“Kau tidak apa-apa?” Sekyung hanya bisa mengangguk dan tersenyum canggung.

“Aku baik-baik saja. Maaf..”

Chanyeol menggeleng, “untuk apa minta maaf?”

“Karena terjatuh?” Chanyeol tersenyum dan mengatakan itu bukan salahnya.

Lalu Sekyung terdiam dan menatap Chanyeol dengan ragu.

“Dan untuk 2 hari yang lalu.” Ujarnya lalu maju dan mulai memesan makanan mereka.

“Kenapa?”

“Entahlah, aku hanya kacau 2 hari yang lalu. Maaf.”

Chanyeol mengelus puncak kepala Sekyung dan tersenyum, “aku juga minta maaf jika aku membuatmu sedih dan kecewa.” Sekyung tersenyum namun senyuman itu terlihat menyedihkan.

“Aku rasa cukup sampai disini..”

“Apa?”

“Aku tidak bisa, ini sudah berakhir 2 hari yang lalu. Tepat setelah panggilan ke 3 dariku.” Sekyung tersenyum.

Sekyung memeluk Chanyeol dan berbisik, “aku akan menyesali ini.. tapi aku ingin mencoba hal ini. Hingga saat aku lelah mencoba, tolong aku.”

Lalu ia melepas pelukan itu dan pergi, meninggalkan Chanyeol dan terdiam dan masih menunggu pesanan seraya berfikir.

‘Impulsif.. kau seharusnya tidak mengatakan itu.’

Iklan

3 respons untuk ā€˜[Author Tetap] What is Pain? (Chapter 3)ā€™

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s