Son of Aphrodite [Vignette]

9922113900e0611fee7ba88a645a62e4
Cr : Pinterest
 

Son of Aphrodite

.

Fantasy (Demigod!AU) & Romance || Vignette || PG-17

[Warning! Cerita ini mengandung konten dewasa walau well, tidak terlalu kental. Haha]

Starring :

Soloist Luhan & OC`s Kim Hyerim


Luhan, seorang demigod yang merupakan putra dari dewi cinta, Afrodit. Melemparkan diri kembali ke dunia manusia setelah sepuluh tahun terakhir bersimpuh di Olympus, dengan menggenggam misi yang kelak dapat membuatnya menjadi dewa cinta sepenuhnya.

Larangan untuk tidak jatuh cinta pada target misinya, sayangnya harus Luhan langgar. Meruntuhkan asa dan jerih payah guna menjadi dewa sepenuhnya.


© 2018 Storyline by HyeKim

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ♪ ║█║

Elok. Cantik. Jelita. Memesona. Semua fragmen itu menyatu pada pahat sempurna seorang dara yang tengah melantunkan musik dari earphonenya, sosoknya dapat dilihat oleh sang demigod yang berlakon sebagai pengamat, melalui pantulan kaca jendela kamarnya.

Kuluman bibirnya ketika tersenyum menghantarkan kebahagiaan kasatmata. Obsidian teduhnya menarik sang demigod ke dalam pusaran jernihnya. Sopran, pun altonya merupakan anugerah untuk liang dengarnya. Semilir aromanya menuai narkotika—sebuah candu. Semua dalam dirinya membuat Luhan—sang demigod—berada didalam kubang asmara, terseret-seret pasrah untuk terjerembab dalam pesonanya, sakau kala tidak merasakan presensinya, membiarkan jantungnya berkesinambung melantunkan ritme tak normalnya hanya karena sosok dara penuh karisma tersebut.

Nalar dalam diri Luhan buntu. Hati dan logikanya tak sejalan. Logika mencetuskan tidak. Sedangkan hati dengan mabuk kupu-kupu tak kepayang di tengah kebun bunga, mengatakan iya. Rasanya pada dara cantik itu merupakan sebuah kesalahan yang amat sangat fatal.

Ingin Luhan memprotes, meletupkan angkara pada Eros—saudaranya di Olympus sana—yang secara lancang membusurkan panah cinta pada hatinya.  Tapi sesal tak pernah terpikul di dalam dirinya, ia merasa cinta ini menyodorkan kebahagian baru padanya.

Awalnya, sebelum rasa cinta hinggap dan tercurah pada gadisnya, Luhan merupakan demigod—manusia setengah dewa—yang lahir sebagai anak dari dewi cinta, Afrodit.

Setelah mengabdi lama tinggal di Olympus selama sepuluh tahun terakhir, derajat Luhan akan dinaikan menjadi dewa sepenuhnya. Sebagaimana ibunya yang merupakan Dewi Afrodit, Luhan akan menjadi dewa cinta seperti saudaranya Eros.

Namun, perjalanan transformasi sang demigod tersebut tidak semudah menjentikan jari. Ada misi yang terbentang yang menjadi lika-liku Luhan untuk menjadi dewa cinta. Misinya mudah kendati agak sedikit sukar: melemparkan diri ke dunia manusia dan membuat dua insan melebur saling mencintai—dalam bahasa manusia bisa disebut sebagai biro jodoh.

Dalam misi, tercatut empat pasangan yang harus Luhan persatukan. Ketiga pasangan dengan piawai dirinya persatukan dalam pusaran cinta. Namun, tatkala Luhan mencapai pasangan terakhir, keganjilan-keganjilan timbul dalam dirinya saat berinteraksi dengan dara targetnya untuk menuntaskan misinya guna mempersatukan sang dara dengan seorang jaka rupawan yang merupakan teman sekantornya. Keganjilan yang akhirnya Luhan sadari bahwasanya dirinya telah jatuh ke dalam kubang cinta.

Afrodit telah mewanti-wanti untuk tidak tertarik bahkan jatuh cinta pada targetnya, apalagi sampai bersetubuh. Dan jikalau hal tersebut terjadi, dirinya akan dijatuhi hukuman. Hukuman dimana status dewanya akan dicabut, diharamkan berpijak di Olympus, dan tidak bisa merasakan cinta lagi. Tak heran Luhan senewen manakala dirinya jatuh cinta pada Kim Hyerim—target terakhirnya.

Namun, kala semuanya dipersatukan bagaikan mozaik-mozaik yang berkelebatan dalam otaknya sampai menciptakan sebuah pemikiran. Biang keladi dari semua ini ialah Eros, saudaranya, yang memeluk rasa dengki pada Luhan yang ia tatap penuh hina hanya terlahir sebagai demigod. Maka, semuanya menjadi potongan puzzle masuk akal, Eros memanahkan panahnya pada Luhan agar dirinya terjerembab pada kubang cinta pada manusia bernama Kim Hyerim.

Hipotesisnya yang akurat tersebut membuat Luhan mendengus. Irisnya menyarangkan tatapan pada Hyerim yang sedang mengerucutkan ranum, menopang dagu, memberikan layar laptop yang membiaskan kerjaan kantornya dengan binar setengah putus asa. Earphone telah ditanggalkan olehnya, minat mendengarkan melodi indah dari vokal penyanyi-penyanyi kesukaannya telah sirna sebab otaknya terperas memikirkan kelanjutan laporannya hingga menyebabkan dara itu menyibak surainya.

Lengkungan kurva Luhan terlukis, menciptakan sebuah senyum manis. Realitanya, busur panah Eros padanya tidaklah semenyebalkan itu ketika Luhan yang selama ini kesepian tinggal di Bumi—sebelum pergi ke Olympus sepuluh tahun lalu—meringkuk dalam status yatim-piatu, sebatang kara, dicap aneh. Rasanya merasakan jatuh cinta merupakan sebuah euforia bagi si demigod tersebut.

Sudahlah, persetan dengan hukuman, status dewanya yang direnggut, pun tak dapat lagi merasakan cinta. Toh baginya, sudah cukup Kim Hyerim menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Tak apa jikalau sang gadis tak membalas lantas menggores luka di hatinya sebagai hal kekal hingga ajal menyambut Luhan. Namun di dalam lubuk hatinya, Luhan yakin, Kim Hyerim akan membalas perasaannya, kelak cinta keduanya menjadi sejati.

Pilihan Luhan sudah mencapai kata mufakat. Tungkainya yang bertengger di batang pohon di mana dirinya mengamati Hyerim dari siang hingga kini senja menyapa ditengah rasa gundah nan bergejolak, melayang disebabkan oleh sayap yang baru Luhan peroleh setelah menuntaskan misi ketiganya—setiap menyelesaikan misi akan membuat Luhan sedikit demi sedikit bertransformasi menjadi dewa sepenuhnya. Sayap yang akan hilang dalam dirinya dikarenakan oleh pilihan yang telah dia tarik dan tekadkan.

“Luhan?” Adalah imbuhan bingung Kim Hyerim ketika membuka pintu balkonnya lantas mendapati Luhan berada di sana sambil mengulum senyum. “Kau masuk dari mana?” ucapnya, menelengkan kepala, alisnya berkerut.

“Pohon,” jawab Luhan, kian menambahkan rasa bingung Hyerim.

Pohon maple tua dekat balkonnya, dilekatkan tatapan oleh permukaan kornea Hyerim yang membinarkan kegelian. Kurva bibirnya terkulum menahan tawa ke arah Luhan.

“Jadi kau memanjat dari situ?” Dengus sang gadis, kepalanya menunduk dengan senyuman geli serta menggeleng pelan. Dan perilakunya itu terlihat manis dalam pandangan Luhan serta-merta menguatkan geloranya yang telah ditekadkan makin membara; memiliki perempuan garis Kim ini.

“Ya,” respon Luhan, turut menyemat senyum. Momentum selanjutnya, obsidian yang selalu membuat Luhan terpenjara, menusuk tepat di retinanya yang seketika menghantarkan rasa membuncah dalam dada Luhan. Birahinya meningkat, geloranya membara, nalarnya putus. “Kim Hyerim…,” yang dipanggil menjungkitkan alis, menanti lanjutan frasa yang hendak Luhan lantunkan dengan baritonnya. “apa yang akan kulakukan padamu, kau berhak menolaknya. Namun, bila kau mempunyai keinginan yang sama, tolong terima dengan sepenuh hati sebab aku telah merelakan apa yang kudambakan untukmu.”

Imbuhan Luhan tak dapat diserapnya. Momentum selanjutnya dicuri Luhan, berangsur-angsur pria itu merangsek masuk ke kamar Hyerim, tanpa permisi dan membuang santun. Pun secara brengsek meraup bibir ranum sang gadis yang sontak melebarkan kurva matanya. Aroma tubuh Luhan mencabar ke pangkal hidungnya, amat dekat.

Sekonyong-konyong Luhan mendorong gadisnya masuk. Tangannya menjulur ke belakang untuk menutup sliding door. Mencicipi manis bibir yang selama ini dia kagumi, membuat birahi Luhan meningkat hingga berfinalkan dengan mendorong Kim Hyerim ke atas ranjang gadis tersebut dengan sang dara yang berada di bawahnya. Plum memabukan yang berlapis lipbalm itu diberikan lumatan oleh Luhan.

Menanti, Luhan ingin tahu apa keputusan gadis yang  telah memutuskan nalar dan menghamburkan kebahagiaan baru padanya.  Dan asa baru Luhan tidaklah sia-sia kala Hyerim balas menciumnya, jatuh ke dalam rengkuhannya, melingkarkan lengan di lehernya bahkan mengacak surainya dengan seduktif. Perang lidah dalam mulut menjadi pertempuran baru dalam ciuman yang dilakoni jaka dan dara yang silih bergantian memiringkan kepala ke arah berlawan tersebut.

Tangan Luhan gatal, pun akhirnya bergerayang ke pakaian milik Hyerim. Ciumannya, cumbuannya, turun ke leher sang gadis yang kontan saja bersimpuh pasrah mengangkat kepala memberikan akses. Luhan mematri senyum, tahu gadisnya sudah takluk dan akan menerimanya pun sudah cukup membuatnya bahagia.

Kendati dengan birahi yang sudah lama dia tekan, cumbuan dan belaian Luhan pada tubuh Kim Hyerim dilaksanakan secara takzim dan penuh cinta. Pakaian sudah ditanggalkan. Erangan, desahan, dan saling mengucap nama satu sama dengan penuh cinta bergema di kamar Hyerim senja itu.

Bersetubuh dengan target. Luhan melanggarnya, merelakan status dewanya, menjadi manusia sejati, dan hanya untuk mencintai Kim Hyerim untuk selamanya.

—Fin.


Hello, lama tidak bersua hahaha. Gak seperti biasanya bakal banyak bacot. Ide awal tuh dari aku (yang lupa ntah gimana) menjelajah google untuk nyari moodboard Luhan dan menemukan moodboard yang di atas tuh, Luhan as demigod dimana menjadi putra Afrodit. Duh ya, memang suami saya loveable sekali lol. 

Yang terpenting adalah, jangan jadi siders ya. Komentar kalian ditunggu ^^

[www.hyekim16world.wordpress.com]

Iklan

8 pemikiran pada “Son of Aphrodite [Vignette]

  1. duhh, thor koq ngambang y critanya, ada sequelnya g…

    pertama waktu awal² baca (sampe bolak/ik baca nih) d kalimat, “….terjerembab dalam pesonanya, sakau kala tidak merasakan presensinya, membiarkan jantungnya berkesinambung melantunkan ritme tak normalnya hanya karena sosok dara penuh karisma tersebut…” kaya blajar puisi bahasa indo taun 80-90an y…
    😂😂😂

    • Sequel? Hmmmmm… aku gak berpikiran bakal ada sequel hahaha 😂😂😂 entah kenapa aku suka ngambang gitu aja /lalu ditampar hahaha

      Wkwkwk, aduh, serasa puitis sekali ya kalimat itu wkwkwk 😂😂

  2. Entah kenapa aku suka banget baca fanfiction atau cerpen lain yang berbau puitis gini, walaupun sedikit (nggak berpart), tapi kata2nya ngena gitu

    Semangat nulisnya, Elsa ❤ ditunggu karyanya yg lain

  3. aku g bakal byk bicara soal plot, krn walaupun diksinya mewah, intinya ttp aja: cinta terlarang dua ‘spesies’ beda, dan biasanya memang berakhir seperti ini.
    aku justru mau bicara lebih byk soal pilihan katamu.
    1. di pembuka, tiga dari empat kata yg mendeskripsikan hyerim itu sinonim. its not like hyerim punya 4 sifat dlm satu pribadi: dia cuman ‘cantik’ dan ‘memesona’. kata lainnya? waste
    2. bukannya sopran dan alto ga bisa muncul dlm satu org? walaupun seorg bertipe suara alto berteriak, bukannya teriakannya ttp alto? *aku juga minim pengetahuan soal ini sih
    3. ada kalimat yg pake ‘menuai’. klo ga salah ‘aromanya menuai candu’ or something. pdhal klo di kamus itu jadi kyk ‘aromanya memanen/menanggung akibat candu’ tapi aku tau maksudmu sbnernya adlh ‘menyebabkan’. g pas
    4. aku menemukan ‘kabung’, tapi maksudnya pasti ‘kubang’
    5. ‘mabuk kupu-kupu tak kepayang’ just sounds wrong to me. krn kupu2 g bikin mabuk. kepayang did krn buah pohon kepayang itu memabukkan
    6. ‘mudah kendati agak sukar’? buang2 kata. just say ‘gampang2 susah’
    7. misi tdk utk ‘ditandaskan’ (tandas: habis sama sekali) tapi utk ‘ditunaikan’
    8. ada kalimat yg diawali ‘namun, semuanya …’ yg bkn kalimat utuh.
    9. ‘ranum’ IS NOT LIPS. itu cuman kata yg mendeskripsikan bibir dan buah (ranum: sangat matang). so when you say ‘mengerucutkan ranum’ itu berarti ‘mengerucutkan matang’. weird isnt it?
    10. ‘kornea’ tidak ‘berpangkal’. scra anatomi dia adalah lapisan bening di bagian terluar mata. apa kira2 ada pangkal dari sebuah lapisan?
    11. its ‘sliding’ instead of ‘sleeding’
    12. ‘berfinalkan’ doesnt sound right. pake aja ‘berakhir’, ‘berujung’, atau yg paling pol ‘bermuara’
    .
    bagus kalau kamu bljr byk kosakata tapi tolong ditempatkan dgn benar krn kalo nggak, itu namanya penyalahgunaan. aku lebih suka fiksi yg bahasanya ringan tapi bervariasi dan jelas maksudnya ketimbang yg ketinggian bahasanya tapi salah pakenya
    watch your words next time. keep writing! 🙂

    • Halo kak Liana. Makasih banyak kritik dan sarannya >< aku masih belajar hehehe…

      Kalo masalah sopran dan alto, setauku sih sopran itu suara tinggi wanita, alto suara rendah. Tp gak tau sih hehe '-'

      Nah itu tadi aku bingung, sleeding sm sliding. Makasih koreksinya ^^

      Keep writing juga untuk kakak

  4. Hohoho, apa-apaan itu Luhan dateng2 langsung main nyosor aja.. Tapi bagus di-cut sampai situ aja, biarkan imajinasi pembaca yang bermain 😁
    Aku suka ceritamu, bagus, gaya bahasanya juga indah.. Semangat terus, Elsa 😚

Tinggalkan Balasan ke HyeKim Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s