Category Archives: Romance

Sarang Love Story (Chapter 1)

postersls

Sarang Love Story

Author  : OhCha a.k.a Camelia

Rating   : PG-17

Genre   : Romance, Hurt

Cast       :

–      Chanyeol EXO as Park Chanyeol

  • Yoon eun hye as Yoon Sarang
  • Sehun EXO as Oh Sehun
  • Sooyoung SNSD as Choi Sooyoung
  • Suho EXO as Kim Junmyeon
  • Seulgi Red Velvet as Kang Seulgi

NB          :

                Annyeong ini ff kedua yang author buat^^ Karena I am surrounded by men’s lagi buntu hehe.. Kalau ada komen atau masukan buat ff ini silahkan isi box comment ya chingu.. happy reading J

Read the rest of this entry

Another Me (Chapter 3)

IMG-20160130-WA0000

Title                 : Another Me

Author             : Jojjomi

Length             : chapters

Genre              : Fantasy, romance, family

Rating             : T

Cast                 : Kwon Alice, Oh Sehun (EXO), and many more.

A/N                 : this story belong to me. Info tentang makhluk – makhluk fiksi dalam cerita           ini dapat dari beberapa FF fantasy lain dan google tentunya.

 

Chapter 3

Look at the mirror! You’ll find another reflection of yours…

 

Sore itu hujan deras mengguyur Cove Crown. Cuaca berubah buruk akhir-akhir ini, padahal tadi begitu cerah dan murid-murid sedang menikmati sore hari mereka di halaman sekitar Cove Crown. Sehun berlari memasuki koridor kastil sekolah. Sepatunya menginjak genangan air di lantai koridor Cove Crown. Terang saja banyak air menggenangi lantai koridor, hujan begitu deras hingga memasuki koridor luar. Vampir itu mengibaskan rambutnya, memandangi pakaian dan sepatunya yang sudah basah kuyup. Ia tau sore ini akan turun hujan deras, kalau saja Luhan dan Xiumin, dua malaikat yang berada di tahun kelima mereka bersekolah di Cove Crown tidak memaksanya untuk ikut bertanding sepak bola bersama anak-anak lain tadi siang, dia tidak akan berakhir basah kuyup seperti ini. rencananya adalah tidur di kamarnya sore ini, tapi rencana hanya tinggal rencana. Setidaknya, dia berhasil merajuk pada Luhan untuk berhenti ikut bermain. Luhan tau tabiat Sehun, malas untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan olahraga, jadi Luhan mengiyakan permintaan Sehun untuk kembali ke kamarnya meninggalkan Luhan, Xiumin, dan anak-anak penggila sepak bola lainnya yang masih bermain di lapangan dengan guyuran air hujan.

Sehun menyusuri koridor dengan langkah gontai, vampir itu seperti sudah bosan hidup kalau dilihat dari cara ia berjalan. Percuma saja bosan hidup, dia akan menjalani kehidupannya sampai berabad abad nanti kalau tidak ada belati perak yang menghujam jantungnya. Sehun berhenti ketika melihat gadis berambut hitam berdiri tidak jauh didepannya, sedang mengobrol dengan gadis werewolf. Alice dan Yue. Sehun tidak mengerti kenapa seminggu ini kemanapun ia pergi selalu bertemu dengan Alice, selain di kelas tentunya. Sejak kejadian di perpustakaan seminggu lalu lebih tepatnya.

Ia memperhatikan mereka berdua, hingga matanya menemukan sesuatu ketika melihat pada genangan air dibelakang tempat Alice berdiri. Sehun melihat pantulan Alice pada genangan air disana, tapi bukan hanya satu. Ada dua! Sehun mengerjapkan kedua matanya berkali-kali, memastikan kalau yang ia lihat bukanlah halusinasi atau kesalahan pada matanya.

Tidak ada perubahan. Pantulan yang lain itu masih ada. Pantulan satunya Sehun yakin itu pantulan Alice sendiri karena berada tepat dibawah Alice berdiri, tapi pantulan satu lagi, itu Alice tapi pantulan itu seperti berada di samping Alice. Bukan. Itu bukan Yue. Yue jelas berada di depan Alice, tidak akan terlihat pantulan Yue pada genangan itu karena Alice menutupi Yue untuk terlihat pada genangan air. Mata Sehun tidak salah kali ini, pantulan Alice yang lain itu memang benar ada disana, terlihat pada genangan air. Apa itu yang membuat Alice membaca buku-buku yang ia bawa di perpustakaan seminggu lalu?

Tangan sosok itu terulur seolah ingin meraih Alice. Sehun semakin tercekat melihat pergerakan yang berbeda dari sosok pantulan itu, berbeda dengan pergerakan yang Alice lakukan karena Alice sekarang sedang melipat kedua tangannya didepan dada. Terus mengulurkan tangannya, masih berusaha meraih Alice. Sehun panik melihatnya, Alice tidak juga beranjak dari tampatnya, gadis itu masih asik berbincang dengan temannya

Dengan cepat Sehun segera melesat mendekati Alice, menarik gadis itu membawanya menjauh dari genangan air tadi ketika dilihatnya sosok tadi hampir berhasil menyentuh pundak Alice. Yue melompat kecil kebelakang, kaget dengan kemunculan Sehun yang tiba-tiba dan menarik temannya menjauh darinya.

“apa-apaan kau Oh Sehun!!” sembur Yue langsung dengan mendelikkan matanya menatap Sehun yang masih memeluk pundak Alice. Alice sendiri masih termangu diposisinya sebelum menyadari kalau kedua tangan sehun berada pada kedua pundaknya, memeganginya begitu erat. Detik berikutnya Alice mendorong Sehun kuat tapi tak sampai membuat vampir tampan itu terjatuh. Mata Alice juga ikut mendelik menatap Sehun, kesal sekaligus tak mengerti dengan apa yang dilakukan Sehun barusan.

“sorry. Aku tadi melihat sesuatu pada genangan air itu, sesuatu seperti ingin meraih pundakmu. Aku pikir itu akan menyakitimu, tapi…” Sehun diam sejenak, matanya kembali menatap pada genangan air tempat pantulan tadi terlihat. Tak ada. Sosok mirip Alice yang tadi ia lihat sudah tak ada. Alice sendiri tak kalah kagetnya, matanya semakin membesar seperti akan keluar dari tempatnya ketika mendengar kalimat Sehun barusan.

“sesuatu? Sesuatu apa? Jangan mencoba menakuti kami ya Sehun! Tidak akan bisa!” tegas Yue. Gadis werewolf itu juga memperhatikan genangan air yang Sehun maksud, tak ada apa-apa disana, hanya ada pantulan atap koridor dan pilar-pilar koridor disekitar genangan.

“dia hilang. Sungguh aku melihatnya disitu tadi!” sahut Sehun tak kalah keras, tidak terima dituduh sedang menakuti mereka.

“sud-sudahlah… ngg… mungkin kau salah liat, Hun. Ayo Yue, kita kembali ke asrama saja” Alice berusaha menyudahi ini semua sebelum Yue dan Sehun semakin curiga, ia menarik lengan Yue dan berlalu melewati Sehun untuk kembali ke kastil asrama. Pikirannya berkecamuk. Bingung. Takut. Gelisah. Khawatir. Entahlah, semuanya jadi satu.

Bagaimana Sehun bisa melihat sosok tersebut? Jelas sekali kalau selama ini tidak ada yang bisa melihat sosok itu selain dirinya sendiri. Dulu, dia pernah menarik Hanbin yang sedang duduk disebelahnya saat mereka berada di dalam mobil. Alice melihat sosok tersebut pada jendela mobil yang gelap sehingga memunculkan pantulan dirinya dan sosok lain itu. Ia meremas kemeja Hanbin sembari menunjuk pada jendela, berbicara pada Hanbin lewat telepatinya memberitahu kakak keduanya kalau sosok yang mengikutinya kembali muncul. Tapi Hanbin tidak melihat apapun. Dia hanya melihat pantulan dirinya sendiri dan adiknya, hanya satu pantulan Alice, bukan dua seperti yang Alice katakan. Bahkan mommynya, Bobby, dan kedua adiknya juga tidak bisa melihat sosok lain itu. Kecuali daddynya. Sosok itu selalu menghilang duluan ketika daddynya hampir mendekatinya.

Sehun masih menatap genangan air tadi. Ia sendiri masih penasaran dengan sosok yang ia lihat barusan. Itu mirip Alice, bahkan sangat sempurna untuk kemiripannya. Apa tadi? Incubus? Hantu? Atau doppleganger seperti apa yang ia katakan pada Alice ketika di Perpustakaan? Atau iblis lain yang sedang berusaha mencelakai Alice? Vampir bersurai coklat itu menggelengkan kepalanya. Terlalu pusing untuk dipikirkan, lagipula sejak kapan ia jadi sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada orang lain?

Lupakan Oh Sehun. Kembali saja ke kamar dan tidur. Batin sehun sambil meninggalkan tempatnya.

Yinghan baru saja keluar dari kelas pengendalian khusus malaikat. Gadis malaikat yang memiliki kecantikan luar biasa itu berjalan sambil memeriksa buku-buku yang ia bawa, hebatnya Yinghan tidak menabrak siapapun yang melintas didepannya, gadis itu sudah memiliki kewaspadaan tinggi untuk mengetahui ada siapa saja didepannya jadi dia berhasil berjalan lancar tanpa menubruki siapapun dengan matanya yang masih saja terfokus pada buku.

Dengan sesekali berdengus, matanya masih menelisik tulisan-tulisan dalam bukunya. Ia bingung dengan kelas pertahanan khusus malaikat yang baru saja ia ikuti tadi. Ini kelas pertahanan tapi kenapa tadi gurunya meminta para murid malaikat untuk mencoba melihat masa lalu dan masa depan. Untuk latihan katanya. Bercanda, guru itu pasti hanya main-main, pastinya beliau tau kalau semua malaikat sudah diwarisi kemampuan untuk melihat masa lalu maupun masa depan sejak mereka dilahirkan. Tanpa harus latihan lagi semua malaikat pastinya sudah bisa dengan jelas melihat masa lalu dan masa depan manusia maupun makhluk lain.

“tak ada bab yang membahas mengenai itu disini. Seharusnya guru itu mengajar sesuai kurikulum yang sudah ada di buku. Kalau memeng mau memodifikasi jangan sampai melenceng jauh. Ckk!” gumamnya masih terlihat kesal. Yinghan terlalu kritis kalau soal mata pelajaran.

“apanya yang tidak ada?” suara Alice yang tiba-tiba sudah berada disamping Yinghan, berjalan sejajar dengannya. Yinghan hanya menggeleng lemah tetapi matanya masih terfokus pada buku ditangannya. Sudah tidak kaget lagi dengan kemunculan Alice yang mendadak begitu. Yinghan jelas faham vampir bisa bergerak dengan kecepatan begitu tinggi dan memiliki pendengaran amat sangat tajam. Mungkin saja gadis vampir yang sering dipanggil ‘El’ itu sudah mendengar gumamannya sejak gadis itu masih berada di kelasnya. “kelas apa yang kau ikuti barusan?” tanya Alice kembali. Biarpun mereka berada di angkatan yang sama dan banyak mengikuti kelas yang sama sejak tahun pertama, tetapi ada beberapa kelas yang mengharuskan mereka berpisah, berkumpul hanya dengan ras mereka tidak berbaur seperti di kelas pertahanan, sihir, dan sejarah.

“kelas pengendalian” jawab Yinghan singkat. Kepalanya masih saja menunduk, tidak bisa melepaskan rasa penasarannya pada hubungan melihat masa lalu dan masa depan dengan kelas pengendalian diri.

Mereka berdua berhenti di koridor dekat taman, memilih untuk duduk di bangku panjang yang terbuat dari marmer. Duduk menghadap taman yang dipenuhi anak-anak lain. Setelah gadis malaikat berambut coklat terang itu meletakkan bokongnya pada bangku marmer yang dingin akibat hujan tadi pagi, ia menutup bukunya, meletakkan di sebelahnya sebelum menolehkan kepalanya untuk melihat sahabatnya di Cove Crown selama lebih dari setahun ini.

Seluruh tubuh Yinghan membeku. Matanya melebar, bibirnya bergetar, gadis itu bingung dengan apa yang dilihatnya. Ia lupa menutup segel pada dirinya untuk melihat masa lalu dan masa depan makhluk lain sembarangan. Sungguh ia lupa akan hal itu. Menyebabkan sekarang Yinghan dapat seketika melihat masa depan juga masa lalu sahabat vampirnya. Ini yang membuat badannya membeku seketika, wajahnya berubah memperlihatkan ekspresi kengerian ketika menatap Alice. Untung saja gadis vampir disampingnya sedang memandangi arah lain, jadi tidak tau apa yang terjadi pada Yinghan.

“mana bisa begitu? Apa…?” gumam Yinghan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Gumamannya otomatis membuat Alice memindahkan pandangannya pada sahabat malaikatnya. Alice jadi ikut bingung dengan ekspresi wajah sahabatnya.

“ada apa, Yi?” tangan Alice menggenggam tangan Yinghan erat. Takut kalau telah terjadi sesuatu pada sahabatnya. tapi Yinghan hanya menggeleng cepat sambil menarik tangannya dari genggaman Alice.

“tidak… tidak ada apa-apa, El. Aku lupa kalau aku harus menemui Lu ge” ucapnya cepat sebelum berlari meninggalkan Alice. Vampir yang Yinghan tinggalkan hanya menatap punggung Yinghan dengan tatapan tak mengerti, Alice berusaha membaca pikiran Yinghan tapi tidak bisa. Gadis malaikat itu pasti menutup pikirannya agar tidak ada makhluk pembaca pikiran lain yang sembarangan membaca pikirannya.

Begitu juga dengan kemampuan melihat masa depan dan masa lalu yang Yinghan miliki. Malaikat itu bisa menyegel kemampuannya tersebut agar ia juga tidak sembarangan melihat masa lalu dan masa depan makhluk lain. Rasanya sangat tidak sopan saja jika melihat masa lalu juga masa depan yang lain tanpa mereka tau. Itulah sebabnya, lama sebelum ia masuk Cove Crown ia sudah meminta kakaknya untuk mengajarinya cara menyegel kekuatan alami malaikat yang satu itu. Alasan mengapa Yinghan begitu terkejut ketika melihat masa lalu dan masa depan Alice tanpa ia sengaja, ia baru membuka segelnya dan lupa menutupnya kembali setelah kelas pengendalian selesai. Baru pertama ia melihat masa lalu maupun masa depan sahabatnya, baru pertama kali juga Yinghan melihat hal yang seperti tadi, hal yang ia lihat pada masa lalu dan masa depan Alice.

Maka itu ia harus segera menemui kakaknya. Ia rasa harus bertanya tentang apa yang baru saja ia alami. Ia takut kalau saja apa yang ia lihat adalah kesalahan yang datang dari dirinya.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Yinghan untuk segera menemukan kakaknya. Ia berlari begitu kenacang menuju kebun belakang kastil sekolah. Disana ia temukan laki-laki berparas manis dengan surai berwarna senada dengan surai miliknya, coklat terang, sedang berdiri membelakanginya menghadap pada lapangan luas memandangi kuda-kuda milik sekolah yang sedang bebas berlarian di lapangan itu.

Xi Luhan. Malaikat murid tahun kelima. Malaikat laki-laki yang menjadi favorit seluruh guru-guru Cove Crown, termasuk kepala sekolah. Tahun pertama ia menginjakkan kakinya di Cove Crown saja sudah membuat sekolah itu gempar kedatangan malaikat luar biasa yang begitu hebat menguasai kekuatan tingkat tinggi di usianya yang masih sangat muda ketika itu. Walaupun dia harus terima ada dua malaikat lagi di angkatan yang sama sepertinya yang memiliki kemampuan tak kalah hebat darinya. Luhan tidak pernah menyombongkan apa yang ia miliki, biarpun dia begitu dipuja oleh teman seangkatannya dan seluruh adik kelasnya, malaikat yang selalu memaksa Sehun untuk bergabung bermain sepak bola bersamanya itu tidak menyombongkan diri seperti makhluk lain yang satu angkatan dengannya. Malaikat tampan itu begitu ramah bahkan pada siapapun. Sifatnya begitu menurun pada Yinghan.

“Lu ge!” teriak Yinghan dari kejauhan. Kakaknya segera membalikkan badannya menghadap Yinghan. Tersenyum lebar begitu manis menyambut kedatangan adik kesayangannya.

“sudah berlari jauh sepertinya hahaha. Ada apa sayang?” laki laki yang dipanggil Lu ge oleh Yinghan membungkukkan tubuhnya berusaha mensejajarkan tinggi mereka ketika Yinghan berhasil berdiri di depannya.

“a- aku… aku tidak sengaja melihat masa depan Alice-“ tangan Yinghan mengenggam lengan kakakknya begitu kuat, berusaha mencari kekuatan dari kakaknya.

“tenang dulu, lalu ceritakan dengan pelan. Kau membuatku takut melihat tingkahmu yang seperti baru menghadapi raja iblis mengacungkan tongkat kutukannya padamu” Luhan mengusak lembut rambut milik adiknya.

“aku lupa menutup segelnya setelah selesai dari kelas pengendalian kemudian aku bertemu Alice yang membuatku tidak sengaja melihat masa depan vampir itu. Tapi…” gadis didepan Luhan menghentikan kalimatnya sejenak. “tapi ge… aku tidak melihat apapun di masa depannya, begitu juga dengan masa lalu Alice. Hanya cahaya putih dan sesekali gelap pekat, aku tidak bisa melihat apa-apa lagi selain itu. Apa itu normal? Tidak ada yang salah denganku kan?” mata Yinghan menyiratkan ketakutan dan kebingungan. Kasus seperti ini tidak pernah ia temui. Ia tidak pernah tidak bisa melihat masa lalu dan masa depan malaikat maupun makhluk lain. Luhan hanya tersenyum pada adiknya. Tangannya mengusap lembut pipi gadis yang memiliki darah yang sama dengannya.

“aku juga melihat hal yang sama. Xiumin juga, Suho juga. Bahkan aku yakin semua malaikat yang pernah bertemu dengannya juga pasti melihat hal yang sama seperti apa yang kau lihat, Yi” ucap luhan lembut.

“tapi kenapa? kenapa bisa seperti itu?” tanya adiknya begitu penasaran.

“oh aku minta maaf, dear. Aku tidak tau kenapa bisa seperti itu”

“tidak mungkin kan kalau Alice menghapus masa lalunya dan menutup penglihatan pada masa depannya?”

“tidak. Tidak ada yang bisa menghapus masa lalu dan tidak ada yang bisa menghalangi penglihatan malaikat tentang masa depan” jelas Luhan meyakinkan adiknya. Laki-laki itu beranjak dari tempatnya, berjalan menuju pagar kayu pembatas lapangan tempat kuda-kuda yang ia lihat tadi berada. “kecuali… kalau sudah mati.”

Yinghan terperanjat begitu mendengar ucapan Luhan barusan. Mati? Iya benar, Yinghan pernah tahu itu dari salah satu malaikat tinggi yang ia kenal di tempat tinggalnya. Malaikat hanya akan melihat cahaya putih atau tempat gelap tanpa pencahayaan sedikitpun pada masa lalu dan masa depan makhluk yang sudah mati.

“tapi Alice masih hidup, ge! Tidak mungkin karena aku tidak merasakan aura zombie padanya. Dia masih berjalan kesana kemari dan terlihat normal seperti vampir lainnya”

“aku tau. Itu juga yang membuatku bingung, Yi. Aku sempat berbicara pada Suho soal Alice, tapi kami tidak mengerti dengan gejala yang ia timbulkan itu” kepala Luhan menggeleng lemah.

Gadis malaikat dibelakang Luhan juga menggelengkan kepalanya. Berusaha menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang terjadi pada sahabatnya. Tidak mungkin menghapus. Tidak mungkin menyegel. Dan tidak mungkin juga Alice sudah mati. Semua fakta tentang kenapa bisa ia melihat hal seperti itu pada Alice sangat tidak mungkin.

Taman di sisi sayap kanan castil asrama Cove Crown begitu riuh siang ini. hampir setengah bunga-bunga indah yang tumbuh di taman itu sudah rata menyatu dengan tanah. Beberapa pohon yang berdiri di taman itu juga sudah roboh, batang dan rantingnya berantakan tersebar kemana mana.

Disana, diantara batang pohon yang hancur berdiri vampir laki-laki dengan surai coklatnya, badannya sedikit membungkuk, wajahnya penuh luka yang perlahan mulai menutup kembali, kaos yang ia kenakan sudah robek dibagian belakang. Ada bekas cakaran di bagian lengannya yang juga mulai menutup kembali. Mata vampir muda itu menatap tajam pada seekor serigala besar yang berdiri tidak jauh didepannya. Mengawasi pergerakan apalagi yang akan dilakukan serigala berbulu coklat gelap yang kini sedang menggeram kuat terus menerus. Serigala itu juga memiliki luka di beberapa bagian tubuhnya, kaki belakangnya seperti tidak bisa berdiri dengan sempurna karena tulangnya yang sepertinya sudah retak.

“apa kalian berdua tidak bisa menghentikan sahabat kalian disana hah?!” suara milik laki-laki elf bermata doe yang tengah terbang diatas kerumunan murid-murid lainnya yang sejak tadi menonton pertarungan dua makhluk beda ras jauh didepan mereka sana.

“kau diam saja lah Kyungsoo. Apa kau tidak lihat yang lainnya justru terhibur dengan tontonan gratis ini. tenang saja, sahabatku itu tidak akan mati hanya karena werewolf” Jongin menyauti ucapan elf yang bernama Kyungsoo dengan begitu tenang. Vampir berkulit tan itu menyandarkan tubuhnya pada pilar castil asrama, bibirnya tertarik menunjukkan senyuman yang biasanya dapat membuat para gadis mengiris urat nadi mereka sendiri hanya karena melihat senyumannya. Elf laki-laki tadi hanya mendengus kesal, sayapnya mengepak makin cepat memperlihatkan cahaya perak yang bersinar begitu terang meskipun pada siang hari.

Anak-anak yang berkumpul semakin berteriak heboh ketika serigala besar disana melompat kearah Sehun, berusaha menerjangnya sambil menggeram lebih kuat. Tapi dengan kecepatan vampir sekali lagi Sehun berhasil menghindari serangan serigala tadi dengan melompat kemudian melesat ke arah lain. Tidak akan lagi ia biarkan tubuhnya terkena serangan bahkan cakaran serigala menjijikkan itu. Suara geraman kembali terdengar dari si serigala, sepertinya ia kesal karena serangannya berhasil dihindari oleh vampir lawannya. Belum lama serigala itu menyesali kegagalannya, ia terpelanting kembali menghantam pohon lain yang masih berdiri kokoh di taman itu. Sehun yang membuatnya terpental jauh dengan tinjunya pada perut si serigala. Lolongan menyedihkan keluar dari si Serigala karena rasa sakit akibat tulang punggungnya menghantam pohon besar hingga pohon tersebut juga ikut roboh menyusul dua pohon yang sudah lebih dulu roboh berantakan.

Sesungguhnya pertarungan ini tidak akan terjadi kalau saja Jongin mau bersabar karena ada werewolf yang mengganggu tidurnya. Ini hari minggu. Anak-anak biasa menggunakan hari libur mereka di taman dekat kastil asrama untuk bermain atau hanya bersantai. Dan siang itu juga digunakan oleh tiga vampir laki-laki yang sejak tahun pertama selalu kemana-mana terlihat bersama. Chanyeol, Jongin, dan Sehun. Mereka bertiga sedang duduk-duduk santai dibawah pohon besar yang rindang. Menghindari terik matahari yang begitu menyengat siang itu. Vampir memang tidak tahan kalau harus berada dibawah sinar matahari terlalu lama.

Chanyeol duduk bersandar pada batang pohon, sedangkan Jongin sedang tertidur di sampingnya. Ia menggunakan jaketnya untuk menutupi wajahnya ketika tertidur. Tapi ketenangan mereka terusik ketika ada werewolf jantan yang tiba-tiba berguling kearah mereka, menghantam Jongin yang sedang tertidur pulas. Bukan menghantam, jatuh diatas tubuh Jongin lebih tepatnya. Otomatis saja Jongin langsung melompat dari posisinya tertidur tadi, vampir dengan surai hitam legamnya itu segera berdiri waspada, ia pikir ada musuh yang sudah menyerangnya tadi. Wajahnya begitu kesal dan amarah keluar dari matanya yang berwarna merah delima ketika mendapati werewolf yang ada didepannya.

            “kau buta atau matamu itu tertutupi bulu-bulumu yang bau sampai kau menyerangku yang jelas sedang tertidur tenang huh?!” suara Jongin menguar jelas membuat beberapa anak yang berada tak jauh dari mereka menghentikan aktivitas mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi. Vampir jangkung yang tadinya duduk di sebelah Jongin kini sudah berdiri, ikut menatap tak suka pada werewolf yang tadi menabrak sahabatnya.

            “aku tidak ada niatan untuk menyerangmu vampir tukang tidur! Aku tidak sengaja! Tadi aku sedang berlatih lompatan dengan teman-temanku disebelah sana” sahut werewolf yang tingginya hampir sama dengan Chanyeol sambil menunjuk teman-temannya yang sedang berdiri di ujung taman.

            “berlatih kau bilang? Jangan sok pamer kekuatan di luar jam pelajaran kau Huang Zitao!” Jongin masih tidak terima dengan penjelasan werewolf yang biasa dipanggil Tao. Vampir tampan itu memang tidak pernah suka jika ada yang mengganggu kegiatan tidurnya, dia akan berubah menjadi sangat sensitif jika kegiatan kesukaannya terganggu. Lengan Jongin disentuh oleh Chanyeol, Chanyeol berusaha menenangkan sahabatnya. “percuma saja kau berlatih sekeras apapun. Saat di medan tempur kalau kau menghadapi kawanan vampir kau tidak akan bisa menang dari kaum kami!!” suara Jongin kembali meninggi. Ucapannya barusan benar-benar menyinggung Tao. Werewolf begitu sensitif jika mengenai persaingan kekuatan dengan vampir

            “shit!! Beraninya kau menghina kaumku!!!”

            Tanpa Jongin sadari, Tao sudah berlari cepat kearahnya mendorong tubuhnya kuat hingga terdorong menabrak pohong dibelakangnya, membuat pohon itu bergoyang. Vampir lainnya yang sedang duduk di atas pohon yang Jongin tubruk tadi mulai terusik akibat goyangan pada batang tempatnya duduk bersantai diatas sana. Matanya semula terpejam seketika terbuka memperlihatkan manik berwarna hijau menyala menyiratkan kekesalannya. Ada lagi saja yang tidak bisa membiarkannya bersantai! Batinnya begitu kesal. Padahal sejak tadi mulai keributan ia berusaha untuk menghiraukannya, membiarkan saja apa yang dilakukan sahabatnya dan werewolf itu dibawah sana.

            “beraninya kau menyerang temanku! Mau aku patahkan lehermu hah?!!” itu suara Chanyeol. Ia berteriak tidak terima pada Tao. Kesal melihat sahabatnya diserang secara mendadak oleh si werewolf Cina. diatas sana dahi Sehun berkerut. Kekesalannya sudah tidak bisa ditahan lagi. Segera ia melompat turun dari atas pohon, melesat turun dan berdiri di depan Jongin. Mata Sehun kini bertatapan langsung dengan mata milik Tao.

            “oohh, kau bersembunyi dibalik kedua temanmu ini Kim Jongin?” ledek Tao menatap sinis pada Sehun yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Tidak terima dengan ejekan Tao, lecutan listrik keluar dari diri Jongin. Ia sengaja melepas seluruh energinya karena kesal dengan mulut serigala. Vampir yang berdiri di depannya membalik tubuhnya malas kebelakang, menatap sahabatnya sambil berkomunikasi lewat pikiran mereka. lecutan listrik yang dikeluarkan Jongin tentu tidak akan berpengaruh pada Sehun dan Chanyeol, mereka berdua sudah sangat terbiasa dengan kekutan dari masing-masing sahabat mereka.

            “simpan kembali tenagamu bodoh!”

            Belum lama mereka berbicara lewat pikiran mereka, Chanyeol berteriak memanggil Sehun kemudian sebuah cakaran dari binatang besar yang berbulu dirasakan Sehun menggores punggungnya.  Cakaran itu bukan saja berhasil merobek kaos Sehun tapi juga merobek kulit pucat punggung milik Sehun.

            Sontak kemudian Sehun berbalik, menggeram memperlihatkan taring-taringnya yang sudah memanjang. Begitu tajam. Ia mendapati Tao sudah berubah menjadi serigala seutuhnya sedang berdiri melonglong padanya dan Jongin yang masih saja tidak menutup kembali kekuatannya. Sebelum Chanyeol melempar bola api dari tangannya, Sehun sudah terlebih dahulu membuat puting beliung kecil yang berhasil menerbangkan Tao jauh menuju pohon lain, mengakibatkan pohon itu roboh akibat terjangan tubuh Tao dan puting beliung milik Sehun.

            Sudah cukup. Kesabarannya sudah benar-benar habis. Tidak ada lagi menahan kekuatan. Sebenarnya, bukan hanya Jongin yang sensitif jika diganggu. Sehun maupun Chanyeol juga sama saja seperti Jongin. Mereka bertiga sama-sama sensitif, berubah mengerikan ketika ada yang mengganggu kesenangan mereka. mungkin itu yang membuat mereka bertiga bersahabat. Memiliki sifat yang sama.

Begitulah yang menyebabkan kekacauan sekarang terjadi. Sehun dan Tao masih saja saling serang di tengah taman. Terakhir Tao berhasil kembali hampir menggigit lengan Sehun kalau saja vampir itu tidak segera menghindar bergeser ke lain arah kemudian memberi sikutan tajam di perut Tao. Mereka tidak menyadari ketika Mr. Kangin, salah satu guru kelas pertahanan yang terkenal paling kejam dan ditakuti oleh semua murid di Cove Crown datang sambil berkacak pinggang. Melotot menakutkan melihat keadaan taman yang tadinya begitu indah dan menyenangkan kini sudah hancur porak poranda karena ulah dua makhluk beda ras.

“YA! LANJUTKAN TERUS PERTARUNGAN KALIAN SAMPAI KALIAN MATI SAJA!” teriak Mr. Kangin begitu keras dan menggelegar di seluruh taman. Anak-anak yang berkumpul dekat koridor menuju kastil asrama seketika diam membeku. Udara yang semula panas dan matahari rasanya seperti menusuk kepala kini berubah. Langit mulai mendung, keadaan taman mulai menggelap, angin dingin menerpa tubuh semua murid yang berada disana tak terkecuali vampir dan serigala yang sedang bertarung tadi.

Mr. Kangin berlari begitu cepat menuju dua makhluk yang belum juga menghentikan pertarungan mereka.vampir laki-laki dewasa itu menarik kerah kaos Sehun dari belakang, kemudian melompat menuju Tao dengan kerah kaos Sehun masih berada dicengkramannya membuat Sehun ikut tertarik akibat pergerakannya. Mr. Kangin menghampiri Tao mencengkram kuat leher serigala itu sebelum kembali ke wujud manusia lagi.

“haruskah aku mencekik kalian sampai mati?!” teriak Mr. Kangin tepat ditelinga mereka berdua. Tangannya masih mencengkram kuat leher belakang Sehun dan Tao. “jelaskan ini di kantor kepala sekolah! Sepertinya aku akan mengusulkan hukuman menyenangkan untuk kalian berdua” senyuman miring milik Mr. Kangin terlihat sambil ia berjalan menyeret kedua muridnya. Melewati kerumunan anak-anak yang tadi menonton pertarungan mereka berdua. Tak ada yang berani berucap ketik guru vampir itu melewati mereka semua.

Jongin dan Chanyeol saling bertatapan bingung. Merasa harus menolong sahabat mereka dari hukuman yang akan diberikan oleh Mr.  Kangin tapi mereka sendiri tidak berani mengganggu guru mengerikan itu.

 

-TBC-

 

Nah, kalo yang masih inget kenapa di chapter kemarin Kim Jongsuk kaget pas pertama ngeliat Alice, jawabannya udah ada di chapter ini ya. Dijawab sama dua malaikat kakak beradik ituu~

[REMAKE] The Rocker That Holds Me

1454487662175

[REMAKE] The Rocker That Holds Me

by

TerryAnne Browning

 

Remake Fiction by :

CHANSSOFEEL

Main Cast :

Kim So Eun – Oh Se Hun

Other Cast :

Park Chan Yeol – Kim Kai – Wu Kris

Genre :

Romance, Novella

Rate :

Mature

Leght :

Chaptered

Sinopsis:

 

 

Ikut tur keliling dengan empat rocker mungkin adalah impian…

 

Read the rest of this entry

The Bad Neighbor (Chapter 1)

page

(Freelance) Multichapter: The Bad Neighbor Chapter 1

Title          : (Freelance)The Bad Neighbor Chap. 1

Author       : riskaagustyaa (@riskaagustya)

Length       : Multichapter

Main Cast   :

  • EXO Member (Xiumin, Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Lay, Kai, Sehun, Chen)
  • Im Yoona
  • Bae Irene
  • Son Wendy
  • Hwang Tiffany

Other Cast  :

  • Jeno as Bae Jeno
  • Na YeonHee (Irene & Jeno Mother * Yoona & Wendy Aunt)
  • Song HyunJae (Exo Manager)

Genre        : Romance, Family, Comedy

Disclaimer   : Fanfiction ini terinspirasi dari web drama Exo Next Door.       Selebihnya cerita merupakan asli dari karangan author sendiri.

Read the rest of this entry

There is Friendship, there is a Love… (Chapter 8)

tftl_1438569062198

There is Friendship, There is a Love… Chapter 8

Author                 : young96

Genre                   : school life, romance, friendship, triangle love, drama, *entahlah kesananya mau gimana lagi author bingung*

Rating                  : All Age *maybe(?)*

Main Cast            : Oh Sehun (Sehun EXO), Lee Taerin (OC or You), Lee Minhyuk (Minhyuk BtoB)

Support Cast     : Lee Donghae (Donghae Super Junior), Jung Taekwoon (Leo VIXX), Jackson Wang (Jackson GOT7), Kim Myungsoo (L Infinite), Kang Songhee (OC), Min Hana (OC), SMTOWN artis, BTOB member dan masih banyak lagi *sepertinya*

Warning              : Annyeonghaseyo.. ini kelanjutannya readers^^. Mian bagi yang sudah menunggu lama kelanjutannya.. dikarenakan author yang mulai sibuk di dunia perkuliahan ahaahahahahaha^^.. Semua cast(kecuali OC) milik Tuhan, Orang tua, dan agency mereka. Kalo ada kesamaan cerita, itu hanya kebetulan belaka. Mianhae kalo alur ceritanya *masih* enggak jelas dll. Meskipun jelek tapi tetep RCL ya ^^.

Happy Reading Guys ^^.

***young96***

Read the rest of this entry

Bittersweet : Sorry Sorry

bittersweet

Author : Iefabings

Main Cast :

  • EXO’s Kai as Kim Jongin
  • Red Velvet’s Seulgi as Kang Seulgi
  • EXO’s Sehun as Oh Sehun

Supporting Cast :

  • Red Velvet Yeri as Kim Yerin
  • Kim Yoonhye
  • Red Velvet’s Wendy as Son Seungwan

Genre : Romance, hurt, college life, friendship

Rating : PG-13

Length : Multi chapter, currently 16

Previous Chapter : The Circle | He’s My BoyfriendI Hate You | A Weird Dream | ApologyWhat IfShe’s My GirlfriendStupid, Dumb, IdiotTruth Or Dare |  Call You MineI Feel WarmFavorite Mistake | We’re Friends, Right?Love LetterUnfortunately |

^^Selamat Membaca^^

Read the rest of this entry

Another Me (Chapter 2)

IMG-20160130-WA0000

Title                 : Another Me

Author             : Jojjomi

Length             : chapters

Genre              : Fantasy, romance, family

Rating             : T

Cast                 : Kwon Alice, Oh Sehun (EXO), and many more.

A/N                 : this story belong to me. Info tentang makhluk – makhluk fiksi dalam cerita           ini dapat dari beberapa FF fantasy lain dan google tentunya.

 

Chapter 2

Look at the mirror! You’ll find another reflection of yours…

 

“kenapa El? Kau seperti baru saja melihat hantu? Aku merasakan energimu tadi, sungguh! Kamu melepasnya begitu saja membuatku kaget. Ada sesuatu di dalam sana?” tanya Yinghan begitu khawatir Read the rest of this entry

Diproteksi: Cinta Dua Keyakinan (Chapter 6)

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Get Jealous and Get Miss

Chanyeol 4B

Tittle           : Get Jealous and Get Miss

Author         : Riska Diana

Cast              : -Park Chanyeol

: -Yoo Mikyung

Genre           : Romance

Ratting         : G

Lenght           : Ficlet

 

 

Happy Reading ^,^

 

Suasana sunyi di malam hari menyelimuti Seoul. Dan juga menyelimuti kamar seorang gadis. Yoo Mikyung. Read the rest of this entry

Just

Untitled

Tittle                :’JUST ?? ‘

AUTHOR       : MELKIM 07

CAST              : – BOOM CHOI LEE
– XI LU HAN

RATE              : T

GENRE          : ROMANCE, HURT, SCHOOLLIFE

NOTE                         : TIDAK ADA UNSUR UNTUK MENJELEKKAN SESEORANG YANG        ADA DI FF ATAU PUN PEMBACA pacman emotikon

============

Aku gadis kelas 12 di SM Senior High School, nama ku Boom Choi Lee, gadis introvert yang selalu di kepang 2 dengan memakai kacamata. Aku selalu sibuk dengan buku ku sendiri Read the rest of this entry

Love Story of Nappeun Namja (Chapter 3)

love story of nappeun namja(1)

Judul                          :           Love Story of Nappeun Namja (chapter 2)

Author                        :           Hanhan

Genre                         :           School life, Romance, Etc.

Length                        :           Multi chapter

Rating                         :           Teen

Main cast                    :           Oh Hye Ra, Kim Jong In / Kai

Additional cast          :           EXO member

Disclaimer                  :           STORYLINE IS MINE.

Ruang latihan dance benar-benar penuh oleh murid kelas 3. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di sana untuk latihan. Tentu saja, ini disuruh oleh guru-guru mereka untuk mempersiapkan ujian praktek menari. Read the rest of this entry

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 12.397 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: